Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/06/2022, 15:32 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

KOMPAS.com - Pemerintah tengah membahas perubahan regulasi yang mengatur durasi cuti melahirkan bagi perempuan pekerja.

Rehat yang awalnya hanya diizinkan selama tiga bulan sedang diusulkan untuk diperpanjang menjadi enam bulan.

Ibu pekerja juga tetap mendapatkan upah utuh selama tiga bulan pertama dan sisanya dibayar sebesar 70 persen dari gaji.

Wacana ini tentu disambut positif oleh para orangtua pekerja karena bisa meningkatkan kualitas pengasuhan anaknya yang baru lahir.

Cuti melahirkan yang lebih panjang juga dinilai bisa membantu mewujudkan work life balance untuk pasangan yang baru menjadi orangtua.

Baca juga: 5 Kota Terbaik Dunia untuk Wujudkan Work Life Balance, Ini Daftarnya

Berbagai negara di dunia yang ramah bagi orangtua pekerja

Kelahiran buah hati adalah momen yang membahagiakan namun juga menambah tanggung jawab orangtua.

Baik anak pertama maupun ketiga, kita harus meluangkan waktu untuk tetap bisa bekerja secara profesional maupun membesarkan anak dengan baik.

Baca juga: Menyiapkan Diri Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan

Sistem pekerjaan yang mendukung seperti adanya cuti melahirkan berbayar dan jam kerja fleksibel tentunya menjadi dambaan banyak orangtua di dunia.

Sayangnya, kita belum bisa mendapatkan hal tersebut sepenuhnya di Indonesia.

Meski demikian, ada beberapa negara yang dianggap paling ramah dan jadi idaman bagi orangtua pekerja.

Negara apa saja?

Islandia

Mulai 1 Januari 2021, cuti hamil di Islandia diperpanjang dari 10 bulan menjadi 12 bulan untuk bayi baru lahir dan anak adopsi.

Baik ayah maupun ibu bisa membagi jatah cuti ini dan berhak menerima 80 persen dari total gajinya asalkan sudah bekerja minimal enam bulan.

Hingga anak berusia delapan tahun, orangtua juga bisa mengambil cuti sementara tanpa digaji.

Selain itu, biaya melahirkan dan perawatan selama kehamilan orang yang tinggal selama enam bulan di negara ini juga secara otomatis ditanggung oleh sistem Asuransi Kesehatan Islandia

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com