Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Perselingkuhan Bisa Diprediksi? Ini Penjelasannya...

Kompas.com - 16/06/2022, 14:04 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

Banyak orang tetap sulit setia meskipun hubungan dan pasangannya baik-baik saja.

Baca juga: 20 Pertanda Pasangan Selingkuh, Menurut Detektif Swasta

  • Perbedaan hasrat

Perbedaan hasrat antara pasangan bisa menjadi alasan untuk mencari kepuasaan di tempat lain dengan berselingkuh.

  • Kurang menghargai satu sama lain

Pasangan yang bosan dengan hubungannya, jarang berkomunikasi atau menghabiskan waktu bersama dan minim saling membantu serta memberikan perhatian juga memicu perselingkuhan.

  • Kepuasan seksual

Kehidupan seksual yang tidak terpuaskan oleh pasangannya, baik karena intensitas yang rendah atau membosankan, bisa menjadi penyebab seseorang selingkuh.

Adanya salah satu dari faktor ini tidak selalu memicu tindakan tidak setia. Akan tetapi, merasakan beberapa di antaranya sekaligus bisa meningkatkan risiko selingkuh.

Risiko perselingkuhan online

Di era teknologi digital ini, perselingkuhan online juga bisa merusak hubungan kita.

Tindakan pengkhianatan ini bisa dilakukan dengan sexting, email mesra, hingga pornografi.

Dibandingkan perselingkuhan secara langsung, perilaku ini dak terlalu berkaitan dengan demografi dibandingkan dengan masalah hubungan dan seksual.

Baca juga: 6 Tanda Ini Bisa Jadi Indikasi Pasangan Selingkuh

Hanya saja, ada sejumlah faktor yang bisa menjadi pemicu utamanya yaitu:

  • Perbedaan keinginan.
  • Kepuasan seksual.
  • Kurang menghargai satu sama lain.
  • Ketidakpuasan hubungan.

Terlepas dari hasil yang dipaparkan, para peneliti berpendapat tidak ada cara pasti untuk memprediksi perselingkuhan.

Namun untuk mencegahnya, cara terbaik adalah dengan selalu memantau hubungan dan kepuasaan seksual kita dan pasangan.

Jika salah satu memburuk, hal itu bisa menjadi faktor risiko yang menjurus pada selingkuh, secara langsung maupun online. 

Baca juga: Mengapa Ada Orang yang Memaafkan Perselingkuhan Pasangannya?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com