Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/06/2022, 18:00 WIB

 

2. Melihat kontrol sebagai kecemasan

Beberapa orang tampaknya sangat suka memegang kontrol atau kendali untuk memanipulasi dan menggunakan orang lain sebagai objek, agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.

Tetapi, bagi sebagian besar orang, kontrol terkait dengan kecemasan karena kita akan terus-menerus merasa diatur.

Baca juga: Studi: Sering Dimanfaatkan Pasangan Akan Merusak Kepuasan Hubungan

Apalagi jika kemungkinan besar dia adalah seorang pencemas yang selalu melihat ke depan pada kemungkinan skenario terburuk.

Kontrol bisa terasa lebih menyesakkan ketika kita tinggal bersama pasangan, atau bahkan lebih buruk jika ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kontrol sebagai kecemasan berarti orang lain menjadi cemas dan respons otomatisnya adalah membuat kita melakukan apa yang dia ingin kita lakukan.

Jika ketika dia bisa mengontrol dan kita melakukannya, maka kecemasannya pun akan berkurang.

Dalam mengatasi hal tersebut, kita dapat menggantikan kontrol yang kita rasakan sebagai sebuah masalah yang berkaitan dengan kecemasan.

Jadi, alih-alih membentak dan berkata, "Pergi jauh dari saya!" katakanlah, "Beri tahu saya apa yang sedang kamu khawatirkan."

Ini bisa menjadi cara yang tepat untuk mengatasi masalah jika kita memiliki pasangan yang suka mengontrol kehidupan kita.

Tetapi, kita tentunya perlu berlatih mengatakan ini dengan tenang dan kurangi pikiran yang membuat kita merasa seperti korban.

3. Mencari akar permasalahan

Kita mungkin memiliki pasangan yang suka mengonsumsi alkohol secara berlebihan, atau bersikap malas, atau terlalu kaku, dan sebagainya.

Perlu kita ketahui, pada titik ini masalahnya adalah milik kita, bukan milik pasangan kita.

Bagi dia, apa yang kita anggap sebagai masalah mungkin adalah solusi untuk masalah mendasar lainnya.

Baca juga: Simak, Hubungan antara Persahabatan dan Kesehatan Mental

Misalnya, minum alkohol dapat membantu mengatasi stres. Atau, sikap kaku adalah tentang struktur yang mengurangi kecemasan.

Bisa pula, sikap malas sebagai pandangan lain tentang bagaimana menjalani hidup.

Nah, daripada mengeluh atau mencoba mengatur pasangan sepanjang waktu, berhentilah dan tanyakan tentang akar permasalahan yang membuat hidupnya jadi kurang teratur.

Dengan melakukan ini, kita bisa mengubah percakapan, menghindari konflik yang tidak diperlukan.

Selain itu, kita pun memiliki kesempatan untuk menemukan cara yang lebih baik dalam melihat masalah secara berbeda atau bersama-sama memecahkan masalah dengan cara yang lebih baik.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.