Kompas.com - 20/06/2022, 09:08 WIB
Konsultasi Tanya Pakar Nutrisi

Cari jalan keluar tentang nutrisi secara tepat?

Periksa terperinci gizi Anda, konsultasi ke Kompas.com!

Narasumber: dr. Bonita Effendi, BMedSci, M.Epid, Sp.PD

Pertanyaan:
Dokter, hasil pemeriksaan laboratorium saya menunjukkan kolesterol total mencapai 350. Terus terang saya tidak menyangka karena selama ini baik-baik saja atau tidak ada gejala kepala pusing atau leher sakit. Saya juga rajin olahraga futsal seminggu sekali.

Oleh dokter saya diberi resep Simvastatin untuk diminum setiap hari. Tapi saya takut minum obat jangka panjang karena khawatir dengan kesehatan ginjal. Selain jeroan, makanan apa yang harus saya hindari, Dok, supaya kolesterolnya turun.
Iqbal, Jakarta

Jawaban:
Halo Pak Iqbal, terima kasih atas pertanyaannya,
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Bapak, memang terdapat peningkatan kadar kolesterol. Ada baiknya kita mengenal yang dimaksud dengan kolesterol terlebih dahulu ya. Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang didapatkan pada sel tubuh dan aliran pembuluh darah.

Baca juga: 4 Faktor Utama Penyebab Kadar Kolesterol Tidak Terkendali

Tubuh kita menghasilkan kolesterol dan berperan dalam pembentukan sel baru, hormon, serta
substansi yang digunakan untuk metabolisme makanan. Namun, jika level kolesterol yang ada di dalam tubuh dalam kondisi berlebih tentunya akan memberikan dampak yang berbahaya pada kesehatan tubuh kita.

Makanan yang kita konsumsi juga berperan pada level kolesterol tubuh. Ada dua tipe komponen lipoprotein kolesterol yaitu low-density lipoprotein (LDL) yang sering dikenal dengan “lemak buruk” serta high-density (HDL) lipoprotein atau yang sering disebut “lemak baik”.

Saat kondisi LDL meningkat, berisiko untuk membentuk plak di dinding pembuluh darah. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah. Sedangkan HDL berperan untuk “membawa” kolesterol LDL dari pembuluh darah ke organ liver untuk dimetabolisme.

Komponen lain yang perlu diperhatikan juga trigliserida, merupakan komponen yang kadarnya dapat meningkat dari diet tinggi fruktosa atau alkohol yang dikonsumsi berlebih.

Baca juga: Menilik Kandungan Kolesterol dan Kontaminasi dalam Seafood

Makanan sehat bisa menjadi kunci untuk mengontrol kadar kolesterol agar tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.Clark Douglas/ Unsplash Makanan sehat bisa menjadi kunci untuk mengontrol kadar kolesterol agar tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.

Peningkatan kolesterol dapat kita evaluasi dari beberapa gaya hidup yang kurang sehat seperti
konsumsi makanan tinggi lemak, frekuensi olahraga yang kurang, berat badan berlebih, merokok, kebiasaan minum alkohol. Namun, individu dengan berat badan normal pun juga tetap berisiko untuk memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Kolesterol juga dipengaruhi beberapa penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit ginjal, penyakit tiroid, faktor genetik, ataupun penggunaan obat seperti pil KB.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.