Kompas.com - 20/06/2022, 15:59 WIB

Awalnya, kita melakukannya dengan tindakan kecil saja seperti menyisihkan waktu di malam hari untuk nonton drama atau bermedia sosial.

Durasi yang awalnya hanya 10-15 menit kemudian berkembang menjadi berjam-jam karena kita keasyikan.

Tanpa disadari, waktu sudah menunjukkan dini hari dan kita sudah kehilangan momen tidur yang amat berharga sekaligus penting untuk tubuh.

Revenge bedtime procrastination bukan hanya dilakukan oleh orang yang sibuk bekerja atau memiliki stres tinggi.

Para orangtua yang sibuk mengasuh anaknya sehingga tak punya waktu untuk diri sendiri juga kerap melakukannya dengan dalih 'me time'.

Untuk memastikan apakah kita secara tidak sadar melakukanya, berikut tiga tanda-tandanya menurut Sleep Foudation:

  • Terlambat berangkat tidur yang mengurangi total waktu tidur kita
  • Tidak ada alasan yang sah untuk begadang atau terjaga sepanjang malam, seperti adanya peristiwa penting atau penyakit tertentu
  • Kesadaran bahwa menunda waktu tidur dapat menyebabkan konsekuensi negatif

Baca juga: Tanda Kita Kurang Tidur Selain Sering Menguap

Sikap menunda-nunda ini juga hanya berlaku untuk jam tidur, bukan pada konteks lain seperti pekerjaan atau urusan dengan orang lain.

Orang-orang yang melakukan revenge bedtime procrastination umumnya ingin mendapatkan tidur yang cukup, tetapi gagal melakukannya.

Salah satu penyebabnya adalah kegagalan dalam pengaturan diri atau pengendalian diri, yang memang sedang dalam titik terendah.

Beberapa orang mungkin secara alami cenderung menunda-nunda jam tidur, termasuk ketika memang menjelang waktunya.

Padahal perilaku ini akan memicu berbagai dampak baik kesehata fisik maupun mental seperti tekanan darah tinggi, risiko serangan jantung, depresi, kecemasan hingga kenaikan berat badan.

Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Mengacaukan Waktu Tidur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.