Kompas.com - 21/06/2022, 16:25 WIB

KOMPAS.comCuti suami saat istri melahirkan masih menjadi topik hangat diperbincangkan.

Banyak negara yang sudah memberlakukan aturan ini, namun skemanya berbeda-beda.

Hal itu tergantung dari letak geografis, perusahaan, dan undang-undang ketenagakerjaan, sehingga durasi cutinya dapat bervariasi.

Di Indonesia, cuti melahirkan bagi suami disesuaikan dengan aturan perusahaan masing-masing di mana yang bersangkutan bekerja.

Sebenarnya kebijakan tersebut sudah tertuang dalam Pasal 93, Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Di dalamnya diatur, suami yang mengajukan cuti saat istrinya bersalin berhak mendapatkan upah dengan durasi cuti selama dua hari. 

Berkaitan akan hal itu, Rancangan Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) kini tengah mempertimbangkan soal cuti suami sepanjang 40 hari.

Terlepas dari aturan tersebut, tujuan utama dari cuti suami adalah agar orangtua bisa fokus mengurus sang buah hati.

Mengutip CNT Traveller, ada sejumlah negara yang tergolong amat sadar akan pentingnya cuti suami, sehingga rata-rata sang kepala keluarga bisa mendapatkan durasi cuti yang panjang.

Baca juga: Sandi Kembali Wacanakan Pemberian Cuti Ayah yang Istrinya Melahirkan

1. Lithuania dan Hungaria

Kedua negara tersebut mengizinkan orangtua untuk mengambil cuti dengan total 156 minggu dari pekerjaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.