Kompas.com - 23/06/2022, 17:10 WIB

KOMPAS.com - Perkara Johnny Depp yang menggugat mantan istrinya, Amber Heard, menjadi salah satu berita terhangat di seluruh dunia.

Kasus ini bermula dengan gugatan pencemaran nama baik yang dilayangkan Johnny Depp atas sebuah tulisan yang dirilis Amber Heard di The Washington Post.

Di sana, Heard menggambarkan dirinya sebagai "public figure yang mewakili korban kekerasan dalam rumah tangga”.

Memang, artikel itu sama sekali tidak menyebutkan nama Johny Depp.

Namun, karir Depp tetap terpengaruh. Bahkan, dia mengklaim bahwa hal itu membuatnya kehilangan beberapa perannya dalam dunia akting.

Baca juga: Pakar: Kesaksian Emosional Amber Heard Tak Berarti Berbohong

Kasus tersebut kini telah berakhir untuk kemenangan Depp.

Selanjutnya, banyak ahli hubungan yang menyoroti kasus ini dan menyebut apa yang terjadi di tengah Depp dan Heard sebagai toxic relationship.

Narsistik

Beberapa ahli juga menyebut Amber Heard sebagai seorang narsistik, atau kondisi gangguan kepribadian di mana seseorang akan menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi.

Orang yang narsistik biasanya selalu membuat dirinya terlihat sebagai orang yang menyenangkan dan baik.

Sehingga, kondisi inilah yang lalu dapat membuat pasangannya terjebak dalam hubungan toxic, tanpa sadar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.