Kompas.com - 24/06/2022, 19:51 WIB
|
Editor Wisnubrata

Pada tahun 2022, sebuah riset yang dilakukan oleh Mindy E. Bergman dan Patrick Palmieri dari University of Illinois, Urbana-Champaign mempublikasikan temuan mereka dalam Journal of Applied Psychology.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa kebanyakan korban pelecehan mengalami ketakutan akan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada hidupnya.

Baca juga: Kenapa Diam dan Tak Melawan Saat Mengalami Pelecehan Seksual?

3. Merasa malu

Penelitian yang diterbitkan oleh Marjorie R. Sable dalam Journal of American College Health pada tahun 2006 menyatakan, alasan utama korban tidak melaporkan tindakan pelecehan yang diterimanya adalah dia merasa malu dan bersalah.

"Banyak orang yang menganggapnya sebagai aib," kata dia.

Anggapan itu membuat sejumlah korban pelecehan malu ketika mereka laporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

4. Konsekuensi atau tindakan hukum yang tidak setimpal

Ada sejumlah situasi ketika pelecehan itu terjadi, maka si pelaku tidak menerima konsekuensi yang tidak setimpal.

Kalau pun si pelaku terbukti, maka hukuman yang mereka dapatkan dianggap tidak seimbang dengan dampak dari perlakuan yang mereka lakukan.

Hukuman yang cenderung ringan pada pelaku pelecehan itu, menurut para ahli bisa menjadi pemicu pelecehan seksual masih marak terjadi.

5. Dianggap sebagai perilaku yang biasa saja

Di beberapa lingkungan tertentu seperti di tempat kerja, perilaku pelecehan seksual masih dianggap sesuatu yang wajar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.