Kompas.com - 25/06/2022, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Menyusui merupakan salah satu momen paling penting saat menjadi seorang ibu.

Bukan hanya dapat mendekatkan hubungan antara ibu dan anak, menyusui juga memberikan nutrisi penting bagi tumbuh kembang buah hati.

Nah bicara soal menyusui, mungkin beberapa ibu sudah menemukan posisi menyusui favoritnya.

Namun menurut pakar, rupanya seorang ibu tidak boleh menyusui dalam satu posisi saja lho.

Posisi menyusui berbeda dapat mengosongkan payudara dengan cara berbeda pula,” ujar bidan bersertifikat Jessica Costa, APRN, CNM, sebagaimana dikutip dari Cleveland Clinic.

Baca juga: Tips Atasi Lecet dan Nyeri Payudara Saat Menyusui

Costa menambahkan, posisi menyusui berbeda juga dapat membantu bayi untuk menyusu dalam berbagai posisi.

Jadi, saat bayi sulit menyusu dalam suatu posisi, ibu bisa mengubah posisinya.

Selain itu, Costa mengatakan kita juga perlu memperhatikan tanda anak ingin menyusu. 

Misalnya mengarahkan tangan ke mulut, kepala melihat ke arah payudara ibu, lebih aktif, mengisap jari atau memukul bibir, serta membuka dan menutup mulut.

Jika kita tidak memperhatikannya sejak awal, bayi bisa menangis karena ibu tidak bisa langsung memberikan susu.

Baca juga: Antipanik Saat Hadapi Masalah Menyusui Bayi Baru Lahir

Lalu, Costa juga mengatakan penting bagi ibu untuk menarik dagu bayi saat menyusui anak.

Sebab dengan ini, bayi bisa lebih leluasa menyusu, tidak hanya mengisap di puting saja.

Memahami posisi menyusui berbeda juga akan berguna untuk mencari posisi yang tepat dan sesuai dengan ukuran payudara ibu.

Namun, Costa menyarankan agar mereka yang memiliki payudara besar memegang payudaranya saat menyusui.

“Berat payudara akan membuat bayi sulit menahannya di mulut,: jelas Costa.

Nah, berikut berbagai posisi menyusui yang bisa kita coba.

Laid-back

Ilustrasi ibu menyusui bayi.Unsplash/Hanna Balan Ilustrasi ibu menyusui bayi.
Posisi yang dikenal sebagai biological nurturing ini bisa dilakukan dengan posisi setengah berbaring dan bersandar di ranjang atau sofa.

Setelah itu, buat bayi bersentuhan dengan kita dari perut ke perut, sehingga kepala bayi ada di dekat payudara kita.

“Posisi ini akan membuat bayi lebih nyaman dan terasa lebih alami. Bayi bisa santai dalam posisi ini,” ujar Costa.

Costa menambahkan, posisi ini sangat ideal bagi ibu yang melahirkan dengan C-section atau cesar.

Pasalnya, menyusui dalam posisi laid-back ini membuat ibu menggunakan lebih sedikit otot perut, sehingga akan membantu menghilangkan rasa nyeri.

Cradle hold

Cradle hold adalah posisi paling umum dan memberi kita kendali paling besar.

Melakukannya tidak sulit, kita hanya perlu duduk tegak dan menempatkan bayi di dada sehingga kepala bayi bersandar di sudut siku kita, tepatnya di sisi yang akan digunakan untuk menyusui.

Setelah itu, gunakan tangan dan lengan yang lain untuk menopang bagian tubuh bayi lainnya.

Baca juga: 5 Fakta Penting soal Menyusui, Ibu Baru Perlu Tahu

Football hold

Ilustrasi bayi sedang tertidur.jcomp/ Freepik Ilustrasi bayi sedang tertidur.
Posisi yang juga dikenal dengan nama underarm atau clutch hold ini dapat dilakukan dengan membuat bayi berhadapan langsung dengan payudara dan meletakkannya di samping tubuh dengan siku ditekuk.

Dengan ini, tubuh bayi pun akan bertumpu pada lengan bawah kita.

Setelah itu, pastikan untuk menggunakan salah satu tangan guna menopang kepala bayi, sementara tangan yang bebas dapat digunakan untuk menopang payudara jika diperlukan.

Menurut Costa, beberapa bayi menyukai posisi ini karena akan merasa lebih santai. Namun, kita memerlukan bantal atau penyangga lainnya untuk melakukan posisi menyusui ini.

“Saya juga merekomendasikan bantal untuk semua posisi lain, terutama saat bayi masih sangat kecil,” tambahnya.

Cross-cradle hold

Untuk melakukan posisi ini, kita harus duduk tegak.

Setelah itu, tempatkan bayi di dada menggunakan lengan yang berseberangan dengan payudara yang digunakan untuk menyusui.

Jadi, untuk payudara kanan, gunakan lengan kiri; dan untuk payudara kiri, gunakan lengan kanan.

Lalu, pastikan untuk menopang kepala bayi dengan tangan, sementara tangan yang lain bisa digunakan untuk menopang payudara dari bawah.

Posisi ini dapat mempermudah kita dalam mengendalikan dan menggerakan kepala bayi.

Baca juga: Penting, 4 Posisi Saat Menyusui agar Bayi Tetap Nyaman

Side-lying

Ilustrasi menyusuiShutterstock Ilustrasi menyusui
Untuk melakukan posisi ini, hal yang perlu kita lakukan adalah berbaring miring dengan bayi menghadap kita, bersentuhan perut ke perut.

Lalu, gunakan lengan yang bebas untuk menopang bayi dan menangkup payudara jika diperlukan.

Menurut Costa, posisi ini dapat dimanfaatkan oleh ibu yang ingin beristirahat atau jika harus menyusui di tengah malam.

Upright breastfeeding

Duduklah dengan posisi tegak untuk melakukannya, lalu, letakkan bayi di pinggul kita. Namun, jaga agar tulang belakang dan kepala bayi tetap tegak saat menyusu..

Costa mengatakan, posisi ini lebih cocok dilakukan pada bayi yang sudah lebih besar dan mulai bisa mengangkat kepalanya sendiri.

Baca juga: 7 Asupan Kaya Nutrisi untuk Ibu Selama Masa Menyusui

Dangle feeding

Untuk posisi ini, buat bayi berbaring. Kita bisa membaringkan bayi di pangkuan kita maupun permukaan datar yang nyaman.

Lalu, kita bisa merangkak di atas bayi untuk membuat payudara menjuntai tepat di depan bayi dan membuat mereka menyusu.

Namun jika posisi ini tidak nyaman, cobalah untuk berlutut dan mencondongkan tubuh ke depan.

“Jika orang tua sedang bersiap-siap atau melakukan sesuatu, posisi ini bisa lebih nyaman dibandingkan posisi lain,” kata Costa.

Namun perlu diingat, posisi ini tidak cocok dilakukan terlalu lama, sehingga hanya bisa dilakukan untuk periode singkat.

Double football hold

Jika memiliki dua anak, double football hold bisa jadi jawabannya. KIta hanya perlu menahan kepala bayi dan menggunakan bantal sebagai penopang.

Baca juga: 7 Cara Menidurkan Bayi dengan Mudah dan Cepat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.