Kompas.com - 25/06/2022, 09:18 WIB

KOMPAS.com - Bullying atau perundungan adalah bahaya laten yang dapat ditemui di mana pun, termasuk tempat kerja.

Fenomena itu sebenarnya merupakan ironi karena tempat kerja ternyata menjadi ruang tidak aman bagi orang-orang tertentu.

Lebih parahnya, bullying yang sudah mengakar di banyak perusahaan tidak ditangani secara serius.

Padahal tempat tersebut seharusnya bisa mengakomodir semua orang di dalamnya agar skill dan kariernya dapat berkembang.

Baca juga: 6 Komentar di Tempat Kerja yang Mengganggu Secara Psikologis

Tindakan yang termasuk bullying

Perundungan di tempat kerja alias workplace bullying adalah perilaku berulang untuk menyakiti bahkan mengintimidasi orang lain.

Psikolog Tara de Thouars mengatakan, bullying dapat dilakukan secara langsung maupun secara online oleh si pelaku.

"Orang-orang yang merasa punya power lebih bisa melakukan tindakan yang menyakiti orang lain, bisa fisik maupun psikis," kata Tara dalam webinar x Campus Marketeers Club, Jumat (24/6/2022).

"Saling ngegosipin, terus semua orang kemudian ngegenk, itu juga termasuk bullying."

Dalam praktiknya, tindakan tidak terpuji itu melibatkan tiga pihak yang terdiri dari pelaku, target, dan saksi.

Baca juga: Kenapa Anak Jadi Pelaku Bullying? Ini Alasannya...

Pelaku adalah orang yang menyerang titik lemah target supaya mereka terlihat berkuasa dan ketidakmampuan dirinya tertutupi.

Sementara target atau korban adalah orang yang disasar secara sengaja dan berulang untuk dipermalukan.

Dan yang ketiga adalah saksi sebagai orang yang tidak memiliki pemahaman cukup soal cara menghadapi bullying di tempat kerja.

Saksi seringkali berdiam diri padahal mereka mempunyai peranan penting untuk mengintervensi perilaku bullying.

Cara menghadapi bullying di tempat kerja

Seperti yang sudah disebutkan bahwa bullying merupakan bahaya laten.

Jadi, setiap orang harus paham bagaimana cara menghadapi tindakan yang tidak terpuji tersebut di tempat kerja.

Pasalnya setiap dari kita bisa saja dirundung karena masalah senioritas, kompetisi antarrekan kerja, maupun perselisihan.

Kalau kemungkinan terburuk itu kita alami, Tara punya beberapa menghadapi bullying di tempat kerja. Apa saja?

1. Tetap tenang

IlustrasiFREEPIK/MARY MARKEVICH Ilustrasi
Pertama-tama, Tara meminta kita untuk berusaha tenang meski bullying menimbulkan gejolak emosi, kesedihan, bahkan ketakutan.

Menenangkan diri penting dilakukan karena pelaku bullying biasanya senang bila targetnya menunjukkan rasa kesal.

Lebih dari itu, mereka sengaja mem-bully korban hanya untuk memancing reaksi dan melukai.

Tara mengatakan, kita perlu melatih diri supaya memiliki batasan emosional yang sehat.

Artinya adalah kita tidak mudah bereaksi dan merasa buruk terhadap diri sendiri.

2. Atasi masalah secara langsung

Tara mendorong kita sebagai korban bully untuk menunjukkan sikap berani atas tindakan tidak menyenangkan yang diterima.

Baginya, mencoba berbicara dan menegaskan pendapat atau perasaan saat berkomunikasi dengan pelaku penting dilakukan.

Baca juga: 6 Cara Mencegah Anak Jadi Korban Bullying

3. Laporkan kepada atasan atau HRD

Jangan takut dikatakan cepu oleh orang lain jika kita melaporkan bullying kepada atasan maupun HRD.

Tara menyampaikan, laporan ada baiknya disampaikan dengan komunikasi yang tepat sehingga mereka yang punya wewenang dapat membantu mencari jalan keluar.

4. Dokumentasikan

Ilustrasi menulisSHUTTERSTOCK/ Have a nice day Photo Ilustrasi menulis
Hati-hati dengan niat licik pelaku bullying. Karena mereka jago memutarbalikkan fakta seolah-olah kita adalah orang yang bersalah.

Maka dari itu, catat jam, lokasi, hingga siapa saja yang berada di dekat kita saat peristiwa terjadi.

Tujuannya supaya kita mudah melaporkan siapa yang menjadi pelaku bahkan dalang bullying di tempat kerja.

5. Jangan ragu untuk berbicara dengan orang lain

Adalah hal yang wajar jika merasa takut setelah mengalami perundungan. Namun, rasa pedih sebaiknya tidak dipendam sendiri.

Cobalah untuk berbicara dengan orang lain, seperti rekan kerja yang dapat dipercaya, sahabat, atau terapis.

Cara yang satu ini penting dilakukan supaya membantu kita mengatasi efek bullying yang dirasakan.

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional di Tempat Kerja

6. Jaga rasa percaya diri dan pikiran positif

Tara menjelaskan, bullying sebenarnya tidak merepresentasikan isu tentang targetnya, tapi merepresentasikan isu tentang pelakunya.

Seringkali terget jadi merasa diri kurang dan buruk. Oleh sebab itu, tetaplah pede dan berpikiran positif.

Di sisi lain, Tara menjelaskan berhasil atau tidaknya penanganan bullying ditentukan juga oleh kebijakan perusahaan yang kuat.

Kebijakan yang dimaksudnya adalah tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi dan bullying.

Tara menambahkan, faktor tersebut harus dipertimbangkan calon karyawan untuk memastikan perusahaan yang dilamar berpihak pada kesetaraan, keberagaman dan inklusivitas.

Baca juga: Kiat Tingkatkan Kebahagiaan dan Kurangi Kesepian di Kantor

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.