Kompas.com - 26/06/2022, 09:42 WIB
|
Editor Wisnubrata

Menurut dia, itu dibuktikan dengan data KIPI yang tidak menemukan adanya gangguan kesehatan atau hal yang mengkhawatirkan dari penerima vaksin, meski gejala ringan bisa terjadi.

"Lebih dari 65 juta dosis vaksin Covid-19 viral vektor telah diberikan di Indonesia. Hingga saat ini, data surveilans KIPI menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 viral vektor aman sebagai primer maupun booster," ujarnya.

Dia menambahkan, memang ada gejala ringan yang timbul setelah pemberian vaksin, seperti demam, mual, atau muntah. Tapi itu masih dalam batas wajar.

Untuk itu, dia berharap masyarakat Indonesia terdorong untuk mendapatkan vaksin booster, terutama bagi lansia.

Perlu diketahui. pemberian dosis booster bagi lansia yang berusia lebih 60 tahun dapat diberikan dengan interval minimal tiga bulan setelah mendapat vaksinasi primer lengkap.

Vaksinasi booster ini dapat dilakukan secara homolog (sama dengan jenis vaksin primer) atau heterolog (berbeda dengan vaksin primer) menggunakan regimen vaksin yang tersedia di lapangan dan sudah mendapatkan EUA dari BPOM serta sesuai dengan rekomendasi ITAGI.

Hinky juga menegaskan bahwa vaksinasi yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan titer antibodi yang diinginkan untuk merespons memori untuk mengenali antigen dalam virus Covid-19.

Pemberian vaksinasi booster bagi lansia juga diutarakan oleh Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof. Dr. Sri Rezeki, Hadinegoro, dr., SpA (K). Apalagi, saat ini sudah ada mutasi virus baru.

Sri mengatakan, antibodi seseorang akan menurun seiring berjalannya waktu bila tidak segera mendapat booster, sehingga lansia makin berisiko tinggi.

"Kita bisa lihat bahwa antibodinya sudah mulai menurun, terutama prioritas pada risiko tinggi risiko yang lansia yang immunocompromise, artinya defisiensi imunisasinya rendah lalu komorbid yang tidak terkontrol. Ini penting sekali untuk diberikan booster," kata Sri.

Sementara itu. berdasarkan rekomendasi Kemenkes untuk kelompok komorbid, vaksinasi dapat dilakukan apabila penyakit dalam keadaan terkontrol.

Misalnya pasien hipertensi dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darahnya tinggi di atas 180/110 MmHg akan ditunda sampai teratasi.

Kemudian, pasien diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut.

Baca juga: Rekomendasi Makanan Sebelum dan Sesudah Vaksin Booster

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.