Kompas.com - 28/06/2022, 08:28 WIB

KOMPAS.com - Mencicipi makanan khas Italia di negaranya secara langsung merupakan impian banyak orang ketika berwisata.

Apalagi makanan asal Negeri Menara Pisa itu menjadi salah satu hidangan terpopuler sedunia, seperti pizza atau spageti.

Agar momen melancong ke Italia terasa makin spesial tentu kita harus mengetahui apa saja kebiasaan orang di negara ini ketika makan.

Tujuannya supaya kita tidak bingung tentang cara mereka memesan, makan, dan etika lain ketika melahap hidangan.

Lalu, apa saja kebiasaan orang Italia ketika makan?

1. Menu sarapan sederhana

Orang Italia punya menu sarapan yang terbilang sederhana.

Mereka suka menikmati cappucino atau espresso dengan cornetto atau kue kering lainnya di pagi hari.

Menu sarapan lain yang dapat dijumpai adalah cornetti, sejenis croissant yang disajikan polos atau diisi dengan selai, krim, atau selai cokelat.

Jika ingin mencoba penganan khas Italia lainnya, masih ada maritozzo, roti lembut yang dibelah dan diisi dengan krim asal Roma.

Selain itu, cobalah juga sfogliatella, kue berbentuk kerang dengan ricotta beraroma jeruk asal Naples dan Amalfi Coast, atau brioche dengan granita di Sisilia.

Semua kue ringan ini biasanya disantap sambil minum kopi saat sarapan.

2. Kebiasaan minum kopi

Orang Italia terbiasa minum espresso kapan saja.

Tetapi cappucino hanya diminum untuk sarapan. Ini karena minum susu setelah makan dianggap dapat menghambat pencernaan.

Jika segelas espresso terlalu kuat, cobalah macchiato, espresso dengan sedikit susu, atau caffè lungo, kopi dengan perbandingan air dan espresso yang lebih banyak.

Kopi lain yang bisa dicicipi adalah caffè americano yang paling mirip dengan kopi gaya Amerika, meskipun masih dibuat dengan espresso.

Di musim panas saat cuaca sangat terik, caffè freddo, espresso dingin manis, atau caff shakerato, espresso Martini tanpa alkohol, bisa dicoba.

Pilihan lainnya adalah crema di caff, sejenis minuman kopi krim yang keluar dari sebuah mesin.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan sebelum mengunjungi Italia adalah kebiasaan orang di negara ini minum kopi di bar atau kedai, bukannya ditenteng sambil berjalan-jalan.

Memesan kopi untuk dibawa akan membuat kita dianggap turis., karena jarang ada orang Italia berjalan-jalan sambil minum kopi dalam gelas besar.

Apalagi sangat mudah untuk membeli segelas espresso dan langsung meminumnya di Italia, jadi mengapa harus membawanya ke mana-mana?

3. Jam makan

Orang Italia biasanya makan siang antara jam 13.00 sampai 14.30 dan makan malam pada 20.30 hingga 22.30.

Jam makan ini tentunya memengaruhi waktu buka-tutup restoran.

Di Italia, banyak restoran buka untuk makan siang sekitar pukul 12.30 atau 13.00 dan tutup dapur dari pukul 14.30 atau 15.00 hingga pukul 19.30 atau 19.30.

Restoran yang menyajikan makan malam sebelum jam 19.00 biasanya melayani wisatawan.

Sementara di kota-kota kecil, bisa menikmati makan siang atau makan malam lebih awal adalah sebuah "keberuntungan".

4. Jangan lupa reservasi

Wisatawan yang hendak makan siang atau malam di restoran sebaiknya melakukan reservasi terlebih dahulu.

Mengingat beberapa tempat populer biasanya terjadi permintaan yang tinggi dan jumlah kursi yang terbatas.

Perlu diketahui juga kalau kebiasaan pramusaji di negara tersebut tidak membawakan tagihan sampai pelanggan memintanya.

Itu disebabkan pandangan yang menganggap tidak sopan memburu-buru pelanggan ketika mereka makan dengan keluarga atau teman.

Bila pelanggan melakukan reservasi pada pukul 20.30, pihak restoran dapat menyediakan meja hingga waktu tutup.

Jika masuk ke restoran Italia pada pukul 19.30 atau bahkan 20.00 kita bisa saja ditolak untuk duduk meski ada meja pesanan yang belum diduduki.

5. Kebiasaan minum dan makan

Orang Italia jarang minum anggur atau minuman beralkohol lainnya tanpa makanan.

Jadi, semisal kita memesan aperitivo maka minuman ini akan disajikan dengan camilan asin, seperti kacang atau keripik kentang

Orang Italia biasanya lebih memilih anggur ketimbang bir atau koktail dengan makanan.

Khusus untuk pizza, makanan ini biasanya mereka makan dengan minum bir.

Selain itu, orang Italia lebih suka kombinasi menu anggur putih dengan ikan atau anggur merah dengan daging.

6. Makan makanan musiman

Orang Italia ternyata suka menyantap buah dan sayuran berdasarkan musimnya. Misal, makan tomat di musim pamas atau labu ketika musim gugur.

Di samping itu, artichoke yang merupakan bunga thistle biasa dilahap ketika musim dingin.

Dan, musim semi umumnya dinikmati dengan sayuran hijau seperti kacang polong, kacang fava, dan asparagus.

7. Ingin makanan terbaik

Orang Italia ingin makan makanan yang sama baiknya atau lebih baik dari makanan tradisional yang mereka masak di rumah

Tak heran jika mereka menjadi sangat kritis karena tahu cara yang tepat untuk membuat banyak hidangan yang disajikan di restoran.

8. Kuliner daerah

Makanan yang disajikan masing-masing restoran di Italia lebih mengutamakan kuliner daerah.

Saat berada di Roma, menu yang ditawarkan biasanya adalah carbonara, cacio e pepe, amatriciana, dan gricia.

Di Milan, kita dapat menemukan menu lain seperti risotto alla milanese dan cotoletta alla milanese.

9. Urutan menu

Di Italia, menu umumnya dimulai dulu dengan antipasto (makanan pembuka) dan primi (pasta, nasi, atau sup).

Baru dilanjutkan dengan secondi (hidangan utama, biasanya daging atau ikan), contorni (lauk pauk), dan dolci (makanan penutup).

“Menu semacam ini dengan antipasto, primo, secondo, contorno terutama untuk perayaan seperti pernikahan karena di Italia Anda berada di meja selama tiga atau empat jam."

Demikian penjelasan Manajer Restoran Le Jardin de Russie, Roma, Raffaele Ruggiero.

"Tapi kalau saya ingin makan malam bersama istri atau teman, saya jarang makan dengan porsi besar karena akan ada banyak makanan,” jelas Ruggiero.

Gaya Italia bisa dimulai dengan antipasto dan kemudian memilih pasta atau hidangan utama dengan lauk dan diakhiri dengan hidangan penutup.

10. Tidak meminta tambahan keju

Tentu, kita bisa mendapatkan parutan keju parmigiano di atas menu ragù alla bolognese, tetapi jangan meminta pelayan restoran untuk mengoleskan parmigiano pada linguine dengan kerang.

Mereka mungkin menurutinya, tetapi mereka akan merasa tidak nyaman dan menganggap kita tidak memiliki selera yang baik.

Pasalnya, keju yang kuat seperti parmigiano dan pecorino bisa menutupi rasa lembut ikan dan makanan laut, sehingga justru merusak hidangan. Menurut Ruggiero, parmigiano paling pas saat makan pasta dengan saus kental, seperti ragu.

Ruggiero mencatat bahwa masakan Italia penuh dengan hidangan dengan keju.

“Biasanya kita tidak perlu ditambah keju lagi karena resepnya sudah dipelajari oleh chefnya,” jelasnya.

11. Tidak membungkus sisa makanan

Membawa pulang sisa makanan mungkin tidak dapat dilakukan saat mengunjungi Italia.

Lebih baik, kita meminta makanan disajikan setengah porsi saja meski tidak semua hidangan dapat disajikan dengan cara ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.