Kompas.com - 28/06/2022, 09:28 WIB

KOMPAS.com - Kabar menghilangnya Marshanda di Los Angeles menggegerkan media sosial.

Apalagi salah satu sahabatnya menyebut aktris itu menghilang saat berada dalam manic episode, akibat bipolar yang dideritanya.

Belakangan kabar tersebut diluruskan oleh pihak keluarga yang menyatakan bintang sinetron Bidadari itu baik-baik saja.

Namun publik sudah telanjur penasaran, apa yang dimaksud dengan manic episode dan dampaknya pada seseorang.

Baca juga: Kabar Marshanda Menghilang di Amerika hingga Klarifikasi Keluarga

Apa itu manic episode?

Manic episode atau diterjemahkan sebagai episode manik adalah kondisi yang kerap dialami penderita gangguan bipolar tipe 1.

Hal ini merupakan periode berkelanjutan dari suasana hati yang meningkat secara tidak normal atau mudah tersinggung, energi yang intens, pikiran yang berpacu, dan perilaku ekstrem dan berlebihan lainnya.

Momen ini juga bisa menjadi psikosis, termasuk halusinasi dan delusi, yang menunjukkan pemisahan dari kenyataan.

Baca juga: 5 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Bipolar

Manic episode bisa berlangsung selama beberapa hari, seminggu bahkan lebih.

Kadangkala ini diselingi dengan periode depresi yang membuat kita mengalami kelelahan, kesedihan, dan keputusasaan.

Selain bipolar, ada beberapa kondisi lain yang bisa memicu gejala manik ini antara lain:

  • Cedera otak tertentu
  • Tumor otak tertentu
  • Pukulan tertentu
  • Demensia
  • Radang otak
  • Lupus
  • Efek samping obat
  • Penyalahgunaan narkoba atau alkohol untuk rekreasi
  • Gangguan skizoafektif

Gejala episode manik yang bisa dikenali

Hidup sebagai penderita bipolar maupun memiliki kenalan yang memiliki gangguan kesehatan mental ini mengharuskan kita awas terhadap gejala manik yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Gejalanya bukan secara psikologis namun juga fisik seperti sesak napas, nyeri dada atau pendarahan.

Namun sejumlah gejala yang cenderung muncul selama manic episode antara lain:

Delusi atau halusinasi

Ilustrasi halusinasi dan skizofreniaShutterstock Ilustrasi halusinasi dan skizofrenia
Gejala ini terjadi ketika seseorang menggambarkan halusinasi pendengaran atau visual, melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada.

Termasuk pula ketika menunjukkan sikap paranoid dan perilaku delusi lainnya dengan memercayai sesuatu yang tidak nyata.

Kurang tidur

Penderita bipolar yang cenderung kurang tidur bisa jadi sedang mengalami manic episode.

Masalah tidur dan gangguan bipolar dapat saling mengisi, dengan episode manik menyebabkan masalah tidur dan sebaliknya.

Baca juga: Jangan Sepelekan, Kurang Tidur Bisa Ganggu Fungsi Otak dan Kinerja

Melakukan banyak kegiatan sekaligus

Selama episode manik, seseorang mungkin gelisah mencari cara untuk menghilangkan energi ekstra.

Gejala ini sering digambarkan sebagai "multitasking pada steroid" sehingga melakukan banyak hal sekaligus dan  mengalami ledakan produktivitas yang melampaui apa yang biasanya dicapai selama periode waktu tertentu.

Banyak bicara dan bersuara nyaring

Ilustrasi shutterstock Ilustrasi
Berbicara dengan nyaring dan cepat adalah gejala umum pada fase awal manic episode atau hipomanik.

Kondisi ini tentunya berbeda pada orang orang yang terbiasa bicara cepat ketika berkomunikasi sehari-hari.

Berpakaian cerah

Selama episode manik atau hipomanik, seseorang lebih cenderung mengenakan pakaian berwarna cerah atau flamboyan.

Ini bisa menjadi petunjuk halus khususnya jika dilakukan oleh penderita bipolar.

Mudah teralihkan

Berhati-hatilah juga jika penderita bipolar di sekitar kita mulai membuat asosiasi "dentang", misalnya bicara dalam rima kata-kata yang senada.

Pada penderita bipolar, hal ini kerap terjadi di luar konteks dan di luar karakternya untuk mengalihkan diri dari hal lain.

Baca juga: Mengenal Gangguan Bipolar yang Dialami Kanye West

Pikiran tak terkendali

Keluhan akan pikirannya yang berjalan dengan cepat, tak terkendali dan liar bisa menjadi indikasi manic episode.

Secara lahiriah, seseorang dengan gangguan bipolar mungkin tampak berbicara dengan lancar dan menyenangkan, sementara di dalam pikirannya tidak tenang.

Baca juga: 3 Cara agar Penderita Bipolar Produktif di Lingkungan Kerja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.