Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/07/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com - Entah disadari atau tidak, mungkin sejauh ini kita sudah mengonsumsi berbagai jenis makanan atau minuman yang ternyata berbahaya untuk kesehatan otak.

Beberapa makanan yang berbahaya itu biasanya dikemas dalam rasa yang lezat dan menggugah selera.

Tapi jika dikonsumsi secara berlebihan hingga jangka panjang, efeknya bisa mengganggu kesehatan, meningkatkan risiko demensia, bahkan memperburuk kondisi kesehatan mental.

Oleh karena itu, kurangi dari sekarang bila kita masih sering mengonsumsi lima jenis makanan dan minuman berikut yang berbahaya untuk kesehatan otak.

Baca juga: 7 Pedoman Diet Sehat untuk Menghindari Batu Ginjal

1. Jus buah kemasan dan minuman manis lainnya

Kalori kental manis menjadi pelengkap nikmat sajian salad buah dengan jus buah mangga yang menyegarkan.DOK. PEXELS/Anete Lusina Kalori kental manis menjadi pelengkap nikmat sajian salad buah dengan jus buah mangga yang menyegarkan.

Tidak sedikit orang yang meminum jus buah kemasan saat pagi dan menjadi bagian dari menu sarapan.

Tanpa disadari, minuman itu berdampak buruk dan bisa memengaruhi kesehatan otak.

Jus buah dalam kemasan memang menawarkan sejumlah manfaat yang terkandung pada buah. Tapi di balik itu, ada pemanis buatan yang perlu dikurangi jumlah konsumsinya.

"Konsumsi minuman manis dapat menurunkan total volume otak dan volume hipokampus," kata Susan Kelly, ahli diet di Pasific-Analytics, seperti dilansir Foxnews.

Dalam mengonsumsi buah, lebih baik dikonsumsi langsung dalam keadaan segar, atau bikinlah jus sendiri.

Di samping itu, minuman berlabel "diet" bisa berbahaya bagi otak.

Para ahli kesehatan mengatakan, minuman dengan label diet itu seringkali "menipu" seseorang dan menganggap bahwa minuman itu sehat.

Sehingga banyak orang mengira minuman seperti itu aman dan seringkali dikonsumsi berlebihan.

"Penelitian menunjukkan, minuman ringan diet dikaitkan dengan risiko depresi," kata Sheetal DeCaria, ahli kesehatan mental di Revitalizemedcenter. 

2. Minum alkohol dalam jangka panjang

Efek buruk alkohol tidak hanya terhadap organ hati. Jika mencari daftar makanan penyebab perut buncit, alkohol adalah salah satunya -meski ini tergolong kelompok minuman.SHUTTERSTOCK Efek buruk alkohol tidak hanya terhadap organ hati. Jika mencari daftar makanan penyebab perut buncit, alkohol adalah salah satunya -meski ini tergolong kelompok minuman.

Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak.

Khususnya pada sistem di otak yang memengaruhi jalur komunikasi dan daya ingat.

"Pemabuk berat akan sulit mengingat sesuatu dan kesulitan memproses data baru. Selain itu, mereka juga akan dihantui risiko depresi," ungkap Kelly.

Baca juga: Obat Disfungsi Ereksi Tingkatkan Kesehatan Otak, Kok Bisa?

3. Makanan tinggi gula

Ilustrasi donat isian buah. Dok. Shutterstock/Irma Wall Ilustrasi donat isian buah.

Makanan tinggi gula biasanya terkandung pada kue kering, es krim, yogurt, permen dan lain sebagainya.

Para peneliti telah menemukan, ada hubungannya antara makanan manis dan kesehatan otak.

Salah satunya dapat memengaruhi fungsi kognitif otak yang bisa mengganggu daya ingat.

4. Biji-bijian olahan

Roti putih, salah satu makanan rendah seratfreepik Roti putih, salah satu makanan rendah serat

Produk pangan dari biji-bijian olahan seperti roti putih dan lainnya bisa memperburuk kesehatan mental seseorang.

Hal itu berkaitan dengan potensi peradangan dan gangguan fungsi otak yang membuat tubuh menjadi kelelahan.

Berdasarkan penelitian pada tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Immunology, makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh nutrisinya akan jauh lebih sehat daripada biji-bijian olahan. 

Seperti roti yang terbuat dari gandum utuh, pasta gandum utuh, oatmeal, beras merah hingga barley.

5. Makanan tinggi kalori

ilustrasi fast food atau junk food. SHUTTERSTOCK/margouillat photo ilustrasi fast food atau junk food.

Mungkin ini bukanlah jenis makanan atau minuman tertentu, tapi merujuk pada jumlah kalori yang dikonsumsi secara berlebihan.

Selain dampaknya bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga hipertensi, makanan tinggi kalori berpotensi buruk bagi kesehatan mental.

"Ada gangguan terkait masalah daya ingat dan gangguan fungsi kognitif otak secara keseluruhan yang bisa memicu alzheimer dan penyakit otak lainnya," ungkap Susan Kelly.

Baca juga: Obat Disfungsi Ereksi Tingkatkan Kesehatan Otak, Kok Bisa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Foxnews
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.