Kompas.com - Diperbarui 03/07/2022, 16:10 WIB

Menurut studi yang dilakukan oleh Sonja Lyubomirsky dari UC Riverside, perbuatan baik itu dapat membuat kita merasa lebih bahagia dan menurunkan risiko depresi serta kecemasan.

Hal ini bisa terjadi karena menolong orang sebenarnya merupakan sifat alami manusia.

“Ketika Anda menginvestasikan tenaga untuk kesejahteraan orang lain, itu mengaktifkan sistem penghargaan otak, sehingga merasa senang karena membuat orang lain merasa baik,” ujar Simon-Thomas.

Baca juga: Orangtua Sejahtera, Anak Pun Bahagia

Bersyukur

Studi yang dilakukan oleh Direktur Positive Psychology Center at the University of Pennsylvania, Martin Seligma, menemukan bahwa menuliskan tiga hal yang kita syukuri setiap harinya dapat meningkatkan kebehagiaan dan menurunkan gejala depresi.

Kita bisa menuliskan apa saja, mulai dari hal sederhana seperti melihat anjing yang lucu di jalan, hingga menyelesaikan tugas yang sulit.

“Poinnya adalah melatih pikiran untuk memusatkan dirinya pada bagian-bagian kehidupan yang baik, bukan mengalihkan perhatian kita pada hal-hal yang membuat stres atau menjengkelkan, kata Simon-Thomas.

Praktikkan mindfulness

Menurut studi yang diterbitkan di International Journal of Wellbeing, olahraga seperti meditasi yang dapat mengajarkan otak untuk tetap fokus pada apa yang terjadi saat ini dapat meningkatkan rasa penerimaan diri atau self acceptane.

"Poinnya adalah sadar dan fokus. Jangan menyalahkan emosi, terima saja,” ujar Profesor Psikologi di University of British Columbia, Elizabeth Dunn.

Baca juga: 4 Teknik Mindfulness yang Layak untuk Dicoba

Kasihani diri sendiri

Mengasihani diri sendiri (self-compassion) memang sulit. Apalagi, kebanyakan orang cenderung menghukum dan mengeritik dirinya sendiri saat melakukan kesalahan atau kegagalan.

Namun, terlalu sering mengasihani diri sendiri dapat menghalangi kita untuk mencapai tujuan hidup.

Cara mempraktikkan self-compassion sendiri terbagai ke dalam tiga cara. Berikut daftarnya.

  • Pertama, fokuslah pada apa yang terjadi saat ini, bukan terus berat di masa lalu atau melihat terlalu jauh ke depan.
  • Kedua, pahami bahwa kegagalan adalah bagian dari menjadi manusia dan semua orang pasti pernah mengalaminya.
  • Terakhir, memiliki suara hati yang hangat dan mendukung, bukan suara yang kejam dan mengeritik diri sendiri.

Baca juga: Strategi Jitu untuk Mengatasi Overthinking agar Hidup Lebih Bahagia

Untuk mengembangkan suara hati ini, kita bisa menulis surat untuk diri sendiri dengan menggunakan gaya dan nada tulisan halus dan pengertian yang biasa kita gunakan saat menulis untuk kerabat atau teman.

"Ini adalah cara untuk berbicara pada diri sendiri yang dapat membuat kita menangani kesulitan, kegagalan, dan tantangan dalam hidup,” ujar Simon-Thomas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber CNET


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.