Kompas.com - 05/07/2022, 18:56 WIB
|
Editor Wisnubrata

Lalu dampaknya, pelepasan sinyal tersebut menjadikan otak ke dalam kondisi "gairah tinggi" yang siap merekam memori.

Sayangnya, keadaan itu terjadi ketika seseorang merasakan ketakutan dan itu membuat kenangan buruk akan lebih mudah terngiang di kepala.

"Kondisi itu memfasilitasi pembentukan memori akan kenangan yang menakutkan."

"Itulah mengapa Anda kesulitan melupakan pengalaman yang traumatis," pungkasnya.

Baca juga: Alkohol Terbukti Tak Dapat Menghilangkan Kenangan Buruk

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.