Kompas.com - 07/07/2022, 13:59 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Media sosial seperti TikTok seperti punya keunggulan tersendiri dalam menciptakan tren kuliner.

Apalagi jika makanan tersebut punya bentuk, aroma hingga cita rasa unik. Salah satu yang lagi viral di TikTok saat ini adalah tren makan natto.

Melihat tagar di kolom pencarian soal natto, sudah banyak para kreator konten yang mencoba mencicipi hidangan asal Jepang yang satu ini.

Rata-rata tema videonya adalah reaksi mereka saat mencoba natto untuk pertama kali.

Seperti dalam video yang dibuat oleh @gkadanama1190_, videonya saat mencicipi natto sudah dilihat 15 juta kali.

Beberapa konten kreator lainnya juga sukses meraup jutaan penonton dan Likes dari para pengguna TikTok lainnya.

Menelaah lebih lanjut mengenai natto, lantas apa itu natto dan hidangan apa itu?

Melansir Japan Living Today, natto adalah hidangan asal Jepang yang terbuat dari kedelai yang difermentasikan.

Sajian ini sudah menjadi bagian dari budaya Jepang sehingga sulit untuk melacak asal-usul dan perkembangannya berasal dari wilayah mana.

Natto pada awalnya dianggap sebagai penemuan yang tidak disengaja, kemungkinan besar setelah kedelai dimasak, kemudian ditinggalkan di lingkungan yang hangat.

Secara komersil, natto diperjual-belikan pada tahun 1800-an, yang kemudian jarang sekali penduduk setempat yang membuatnya di rumah.

Baca juga: Cara Benar Makan Natto, Aromanya Jadi Tak Menyengat

Tekstur, aroma dan cita rasa unik natto

Ilustrasi natto, fermentasi kedelai ala Jepang. SHUTTERSTOCK/ K321 Ilustrasi natto, fermentasi kedelai ala Jepang.

Tekstur dari natto agak mengembang, berserabut, lengket, serta memiliki rasa kedelai yang lebih kuat.

Cita rasa natto dan teksturnya yang seperti itu membuatnya menjadi salah satu makanan Jepang yang unik.

Konon, cita rasanya mirip dengan blue cheese, karena sama-sama memiliki aroma yang tak sedap.

Beberapa orang mengatakan aroma natto seperti bau kaus kaki bekas, atau bahkan beraroma busuk.

Aroma yang muncul itu bukan pertanda natto-nya basi. Tapi cukup aman dikonsumsi, karena merupakan hasil dari fermentasi bakteri.

Natto dibuat dengan teknik perendaman dan pemasakan kedelai. Setelah itu difermentasikan di lingkungan yang hangat dengan jenis bakteri tertentu selama 24 jam.

Kacang kedelai yang sudah matang itu didiamkan hingga teksturnya menjadi lengket dan berserat.

Baca juga: Kenapa Tekstur Natto Berlendir dan Baunya Khas?

Cara makan natto

Ilustrasi penyajian natto di Jepang. PIXABAY/ ???????? Ilustrasi penyajian natto di Jepang.

Jika melihat tampilannya, mungkin kita akan merasa bingung bagaimana cara menikmati natto.

Biasanya natto dijual dalam kemasan styrofoam. Setelah tutup atasnya dibuka, akan ada plastik lagi yang menutupi kacang kedelai.

Ini harus dilepaskan secara perlahan dengan gerakan melingkar agar natto-nya tidak lengket di plastik penutup.

Di dalam kemasan, biasanya juga sudah dilengkapi saus mustard yang harus dicampur sebelum menikmatinya.

Saus tersebut tak cuma berfungsi sebagai memperkaya rasa, tapi juga memisahkan kacang kedelai yang lengket agar lebih mudah dimakan.

Cara mengaduknya pun unik, harus diputar dalam gerakan yang sama hingga 50 kali menggunakan sumpit atau beberapa kemasan lain ada yang menyantumkan sampai 400 kali.

Warna natto yang sudah diaduk itu akan berubah menjadi sedikit keputihan dan itu pertanda bahwa natto sudah siap dinikmati.

Di Jepang, natto dapat dinikmati dengan berbagai cara, beberapa orang kerap menikmati natto secara langsung atau dikombinasikan sebagai topping saat makan nasi.

Pada umumnya, natto juga kerap dijadikan menu sarapan, dibuat menjadi sup menggunakan campuran dashi, rumput laut, miso atau wakame (rumput laut).

Beberapa restoran juga kerap menggunakan hidangan yang punya aroma tak sedap ini untuk dijadikan isian sushi atau nasi kepal.

Baca juga: Viral di TikTok Minuman Pencahar dari Chia Seed dan Lemon, Sehatkah?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.