Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nitrat dan Nitrit Juga Ada di Sayuran, Kenapa Daging Olahan Berbahaya?

Kompas.com - Diperbarui 12/01/2023, 10:26 WIB
Dinno Baskoro,
Wisnubrata

Tim Redaksi

Sumber

Sehingga bukan nitrat dan nitrit yang menyebabkan masalah kesehatan, tetapi bentuk yang diubah menjadi molekul tertentu yang bisa meningkatkan risikonya.

Pasalnya, kandungan tersebut dapat berinteraksi dengan molekul yang sudah dikonversi di dalam tubuh.

Salah satunya ketika nitrit bereaksi dengan asam amino yang terdegradasi. Asam amino tersebut diproduksi tubuh selama protein dicerna, kemudian membentuk molekul senyawa N-nitroso (NOC).

NOC ini telah terbukti secara ilmiah bisa memicu kanker. NOC dapat terbentuk selama daging olahan disimpan atau saat proses pencernaan.

Penelitian menunjukkan bahwa NOC sudah ada dalam daging olahan yang kita makan. Risiko kanker yang ditimbulkan adalah kanker kolorektal.

Rata-rata lebih dari setengah NOC yang terpapar pada orang diproduksi melalui usus.

Fakta penelitian itu pun juga membuktikan bahwa kadar nitrat pada sayuran jauh lebih sedikit dari daging olahan dan bukan sumber signifikan pembentuk NOC.

NOC yang berkembang di usus bisa merusak DNA. Ini adalah tahap pertama sel kanker tumbuh dan kerap disebut sebagai insiator tumor.

Meski begitu, prosesnya cukup panjang karena tumor bukan berarti akan menjadi kanker. Tapi, risikonya akan lebih tinggi ketika daging olahan itu diproses dengan cara digoreng, seperti halnya bacon dan sosis.

Pasalnya, setiap makanan yang kita konsumsi dapat bereaksi dalam berbagai cara.

Itulah sebabnya nitrat dan nitrit aman bagi manusia jika berasal dari makanan tertentu (sayuran), kemungkinan bisa jadi berbahaya jika berasal dari makanan lain (daging olahan).

Melihat akan risiko tersebut, tak sedikit otoritas kesehatan di sejumlah negara sudah mencetuskan untuk mengurangi konsumsi daging olahan dan Perancis salah satunya.

Baca juga: Punya Asma? Kurangi Konsumsi Daging Olahan

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com