Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/07/2022, 07:07 WIB

KOMPAS.com - Gangguan kecemasan atau anxiety merupakan kondisi kesehatan mental yang mulai dikeluhkan banyak orang belakangan ini.

Meski lebih banyak dirasakan oleh wanita, tidak menutup kemungkinan pria bisa mengalami hal yang sama.

Di AS, misalnya. Sebanyak 14,3 persen pria di negara ini mengalami kecemasan pada tahun 2019.

Fenomena yang sama juga ditemukan di Australia di mana 1 dari 5 pria mengidap kondisi kesehatan mental tersebut.

Meski jumlah pria dengan kecemasan tidak terlalu besar, masalah ini perlu ditangani supaya tidak mengganggu di kemudian hari.

Berikut cara mengetahui gejala, jenis, dan pengobatan kecemasan pada pria. Disimak, ya!

Apa itu kecemasan?

Sebelum pembahasan lebih dalam, pria ada baiknya mengetahui apa itu kecemasan.

Penjelasan sederhananya, kecemasan adalah emosi yang biasanya dialami seseorang sebagai respons terhadap antisipasi suatu peristiwa.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan perasaan gelisah, kekacauan, dan kekhawatiran yang menyebabkan perubahan perilaku fisik dan fisiologis.

Perlu diketahui bahwa kecemasan tidaklah sama dengan kekhawatiran meski keduanya saling terkait.

Cara mudah membedakan keduanya adalah khawatir seringkali tetap ada dalam pikiran dan sebagai respons terhadap ancaman yang sebenarnya.

Sedangkan kecemasan bisa menunjukkan tanda-tanda fisik, mulai dari tangan berkeringat, hiperventilasi atau napas berlebihan, dan pusing.

Pria yang menderita kecemasan lebih mungkin mengalami gangguan pencernaan dan mual.

Kemungkinan juga pria dengan kecemasan kesulitan untuk menentukan apa yang menyebabkan respons emosional dan fisik.

Hal itu pada gilirannya menyebabkan pria lebih cemas karena mereka tidak dapat memahami apa yang menimbulkan cemas pada awalnya.

Baca juga: Bisakah Masalah Usus Sebabkan Depresi dan Kecemasan? Begini Kata Ahli

Lantas, apakah perasaan cemas dengan gangguan kecemasan bisa disamakan?

Sebenarnya rasa cemas adalah hal yang dirasakan sebagai reaksi terhadap peristiwa atau situasi tertentu.

Rasa cemas yang normal sebagian besar juga tidak menimbulkan banyak kekhawatiran.

Namun, jika dibandingkan dengan gangguan kecemasan, kondisi ini datang tanpa pemicu bahkan jauh lebih kuat pengaruhnya pada diri sendiri.

Kecemasan yang sudah masuk tahap gaangguan dapat berlangsung lebih lama daripada yang diharapkan.

Pria dengan kecemasan umumnya merasakan sejumlah gejala sebagai berikut.

  • Jantung berdebar
  • Keringat berlebihan
  • Ketegangan otot
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Insomnia
  • Serangan panik
  • Perasaan takut
  • Berusaha menghindar
  • Berpikiran buruk
  • Linglung
  • Kehilangan kendali.

Baca juga: Nyeri Dada karena Kecemasan, Apa Saja Tandanya?

Jenis kecemasan pada pria

Kecemasan pada dasarnya menimbulkan reaksi berlebihan terhadap sesuatu dengan tanda-tanda fisik tertentu.

Namun, kecemasan dikategorikan menjadi sejumlah jenis seperti di bawah ini.

1. Generalised Anxiety Disorder (GAD)

Pria yang menderita GAD akan merasakan perasaan khawatir yang intens secara konstan.

Jadi, khawatir yang muncul bukan hanya sebagai respons terhadap peristiwa tertentu, seperti mempersiapkan ujian atau wawancara kerja.

Perasaan khawatir yang dirasakan pria akan sangat kuat sehingga mengganggu kehidupan sehari-harinya.

Akibatnya menyebabkan perasaan cemas atas apa yang dianggap sebagai peristiwa kecil, seperti melakukan pekerjaan rumah tangga.

Pria dengan GAD lebih mungkin khawatir tentang berbagai peristiwa dan sulit menghentikannya selama enam bulan atau lebih.

2. Social Anxiety Disorder (SAD)

SAD juga disebut juga fobia sosial mengacu pada kecemasan intens ketika menghadapi situasi sosial, seperti berelasi atau berbicara di depan umum.

Perasaan tersebut dapat muncul karena takut dihakimi, dikritik, ditertawakan, atau dihina.

Selain itu, SAD dapat dialami dalam situasi sehari-hari, seperti makan di depan orang lain.

Tanda pria mengalami SAD dapat diketahui melalui rasa gugup atau malu ketika bertemu orang baru, diamati, atau tampil di depan umum.

Baca juga: Waspadai, 3 Bentuk Kecemasan yang Pengaruhi Produktivitas

3. Gangguan panik

Pria yang mengalami serangan panik teratur dan parah bisa didiagnosis menderita gangguan panik.

Mereka dapat mengalami serangan panik secara tiba-tiba dan teratur, kemudian merasa khawatir dalam waktu yang lama.

Perasaan khawatir dapat muncul setelah serangan panik secara tiba-tiba dan kemungkinan akan terulang kembali.

Selain itu, serangan panik yang dialami pria dengan gangguan panik dapat disertai dengan beberapa gejala dalam satu kali kejadian.

Cara mengetahui pria mengalami gangguan panik bisa diketahui jika mereka mengalami empat atau lebih gejala selama episode serangan panik.

Kejadian tersebut kemudian dibarengi dengan khawatir secara terus-menerus selama satu bulan setelah serangan panik.

4. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD dapat terjadi setelah pria mengalami peristiwa traumatis dalam hidupnya.

Seperti kecelakaan serius, penyerangan fisik atau seksual, perang, penyiksaan atau bencana alam.

PTSD bahkan bisa terjadi bertahun-tahun kemudian setelah peristiwa traumatis.

Gejala PTSD dapat dilihat dari menghidupkan kembali peristiwa traumatis yang menghasilkan reaksi emosional dan/ atau fisik.

Di sisi lain, pria dengan PTSD sengaja menghindari apa pun yang terkait dengan peristiwa traumatis, seperti orang yang terlibat, tempat, atau aktivitas tertentu.

Baca juga: Apakah Kecemasan Menyebabkan Jantung Berdebar, atau Sebaliknya?

5. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

OCD adalah gangguan pada seseorang yang memiliki pikiran mengganggu terus-menerus.

Pikiran mereka biasanya berkaitan dengan kebutuhan untuk melakukan rutinitas tertentu.

Sesuai namanya, gejala utamadari OCD adalah obsesi (pikiran berulang) dan kompulsi (perilaku berulang).

Obsesi adalah pikiran atau desakan yang tidak diinginkan secara terus-menerus yang menyebabkan cemas, jijik atau tidak nyaman, seperti ketakutan akan kontaminasi.

Sedangkan kompulsi merupakan tindakan atau rutinitas yang berulang sebagai respons terhadap obsesi.

Cara mengatasi kecemasan pada pria

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecemasan pada pria. Berikut cara-caranya.

1. Terapi

Berbagai jenis terapi dapat direkomendasikan tergantung pada jenis kecemasan yang dialami pria.

Namun, psikoterapi, terapi perilaku kognitif (CBT) dan exposure therapy dianggap paling efektif dalam mengobati kecemasan pada pria.

2. Obat

Dokter biasanya meresepkan obat berupa antidepresan, benzodiazepin, dan buspiron untuk mengatasi kecemasan pria.

Di sisi lain, testosterone replacement therapy (TRT) bisa dijadikan alternatif untuk masalah tersebut.

TRT bisa digunakan jika penyebab kecemasan pria adalah akibat dari kadar testosteron yang rendah.

3. Perubahan gaya hidup

Merubah gaya hidup dapat membantu mengurangi kecemasan pada pria.

Mereka bisa mencoba meditasi, yoga, latihan pernapasan, atau diet yang sehat.

Baca juga: Studi: Mendengarkan Musik Ampuh Turunkan Efek Gangguan Kecemasan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber DMarge
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.