Kompas.com - 28/07/2022, 16:28 WIB

KOMPAS.com - Wacana dari Suku Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta Pusat (Jakpus) menertibkan pria berpakaian wanita di Citayam Fashion Week menuai polemik.

Rencana tersebut sebenarnya sudah mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti MUI maupun PBNU.

Keduanya secara terpisah kompak mengatakan, keberadaan Citayam Fashion Week sudah meresahkan masyarakat dan melanggar norma agama.

Bahkan, MUI dan PBNU juga mengkhawatirkan ajang tersebut dimanfaatkan oleh kelompok LGBTQ untuk promosi.

Baca juga: Bikin Salut, Ini Alasan Cinta Laura Mulung di Citayam Fashion Week

Meski begitu Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Ida Ruwaida, mengingatkan setiap pihak untuk tidak reaktif dalam menyikapi fenomena Citayam Fashion Week ini.

Dia juga mengatakan, Dinsos Jakpus sebaiknya tidak langsung melabeli pria berpakaian wanita sebagai bentuk penyimpangan sosial atau pun menganggapnya sebagai obyek "patologi".

Sebab, mungkin mereka melakukannya karena pengaruh situasi atau teman untuk tampil beda sehingga menarik perhatian publik demi menviralkan dirinya.

Maka, aparat berwenang disarankan untuk melakukan pendekatan persuasif terhadap pria yang demikian.

Tujuannya supaya diketahui apakah motivasi dan latar belakang mereka yang melakukannya karena fashion atau alasan lain.

Baca juga: Remaja Citayam Fashion Week Ditunggangi demi Popularitas? Ini Kata Sosiolog UI

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.