Kompas.com - 03/08/2022, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Beras cokelat cenderung dipilih untuk mendukung program diet. Beras ini menyediakan nutrisi lebih banyak dibandingkan beras putih.

Karena tergolong biji-bijian utuh, beras cokelat mengandung serat dua kali lebih banyak daripada beras putih.

Beras yang sudah digiling menjadi putih, di sisi lain, tidak lagi termasuk dalam kategori biji-bijian utuh karena kandungan dedak dan germ sudah hilang, hanya menyisakan endosperma.

"Biji-bijian utuh mempertahankan dedak dan germ, sementara biji-bijian olahan biasanya lapisan ini sudah dihilangkan," kata Catherine Perez, MS, RD, ahli diet terdaftar dan pemilik blog Plant-Based RD.

Baca juga: Benarkah Beras Cokelat Lebih Baik daripada Beras Putih?

Menurut koki profesional dan ahli diet Tessa Nguyen, MEd, RD, LDN, nasi putih cenderung dipilih karena proses memasaknya lebih singkat dibandingkan nasi cokelat.

Nasi putih juga lebih lembut dan pulen, sementara nasi cokelat lebih keras dan sedikit kenyal, tambahnya.

Seperti kebanyakan makanan putih (roti putih atau tepung), nasi putih dikategorikan sebagai makanan "buruk" karena dapat meningkatkan gula darah atau berkontribusi terhadap diabetes dan penambahan berat badan.

Sedangkan, beras cokelat dipandang sebagai alternatif yang lebih sehat karena tidak diproses. Namun faktanya tidak sesederhana itu.

Nasi putih mendapatkan reputasi buruk karena berbagai pola diet dan topik seputar diet menjelaskan karbohidrat tanpa serat dianggap sebagai makanan buruk, catat Nguyen.

Manfaat nasi cokelat

Perez menekankan, beras cokelat adalah karbohidrat kompleks yang menyediakan serat, vitamin, dan mineral seperti zat besi.

Beras cokelat juga memberikan lebih banyak energi ketimbang nasi putih, dan meningkatkan rasa kenyang setelah makan.

Baca juga: 4 Efek Samping Mengonsumsi Beras Cokelat, Apa Saja?

Selain itu, dedak dan kuman pada beras cokelat memberikan antioksidan.

Studi menunjukkan, biji-bijian utuh seperti beras cokelat dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe-2.

Sebagai perbandingan, studi lain menemukan nasi putih berpotensi meningkatkan risiko diabetes karena dapat meningkatkan gula darah lebih cepat daripada beras cokelat.

Adapun studi yang mengaitkan beras cokelat dengan penurunan risiko penyakit jantung dan penurunan berat badan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber Prevention


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.