Kompas.com - 04/08/2022, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Setiap pasangan tentunya ingin hubungan dengan orang yang dicintai langgeng hingga ke pelaminan.

Namun, jangan terlalu berharap jalinan asmara akan romantis sejak awal bak kisah di negeri dongeng.

Pasalnya tidak sedikit pasangan yang bernasib kurang beruntung karena hubungan mereka dengan si doi menjadi toxic alias beracun.

Ya, hubungan toxic memang menjadi tantangan bagi siapa pun karena kondisi ini menyebabkan salah satu atau kedua pasangan tidak dihargai dan disalahpahami.

Hubungan yang demikian jika dibiarkan pada akhirnya bisa mengakibatkan stres, meradang, termasuk merasa tidak berharga.

Baca juga: 4 Perbedaan Hubungan Toxic dan Abusive, Sudah Tahu Belum?

Tanda-tanda hubungan toxic

Meski memberikan dampak yang buruk, tidak semua pasangan yang menjadi korban menyadari hubungannya dengan si doi toxic.

Dilansir dari Healthline, psikolog Carla Marie Manly, Ph.D dan terapis hubungan Jor-El Caraballo membeberkan sejumlah tanda hubungan toxic.

Dengan begitu pasangan yang menjadi korban dapat merangkak keluar dari hubungan ini. Apa saja?

1. Kurang dukungan

Caraballo mengatakan bahwa hubungan yang sehat didasarkan pada keinginan bersama untuk melihat orang lain berhasil di semua bidang.

Akan tetapi, beda ceritanya jika hubungan menjadi toxic karena setiap pencapaian malah dijadikan sebagai kompetisi.

Itu menyebabkan waktu yang dihabiskan bersama pasangan tidak lagi terasa positif.

Kamu mungkin saja merasa tidak didukung dan merasa kebutuhan dan minat diri sendiri menjadi tidak penting.

Perasaan tersebut bisa timbul karena pasangan hanya peduli dengan apa yang ia sukai.

2. Komunikasi buruk

Komunikasi dalam hubungan yang toxic bisa dipenuhi oleh sarkasme, kritik, bahkan penghinaan.

Hal buruk tersebut tentunya berbanding terbalik dengan komunikasi dalam hubungan sehat yang saling menghormati.

Pasangan yang toxic bisa saja melontarkan ucapan sinis kepada orang lain.

Kamu mungkin mengulangi perkataan si toxic dengan kalimat mengejek dan mulai menghindar untuk melepaskan diri dari permusuhan.

3. Cemburu dan iri

Caraballo menerangkan bahwa timbulnya sedikit keirian merupakan hal yang lumrah dari waktu ke waktu.

Namun, ia mengingatkan iri bisa membuat orang-orang tidak berpikir positif tentang pasangan mereka.

Baca juga: Apa Hubungan Toxic Bisa Diperbaiki? Ini yang Harus Dipertimbangkan

Hal yang sama juga berlaku untuk kecemburuan sebagai emosi manusia yang alami.

Kecemburuan yang dibiarkan pada gilirannya bisa mengarah ke rasa curiga dan tidak percaya secara terus-menerus.

Dua perasaan tersebut dapat mengikis kemesraan hubungan dengan pasangan.

4. Kontrol perilaku

Hubungan toxic bisa ditandai dengan sikap salah satu pasangan yang terus-menerus menanyakan keberadaan doi-nya.

Itu merupakan sikap untuk mengontrol yang bisa timbul karena kecemburuan atau kurangnya kepercayaan.

5. Kebencian

Caraballo mengutarakan bahwa frutasi atau kebencian seiring waktu dapat melahirkan jurang pemisah dalam hubungan.

Tanda yang satu ini bisa dibarengi juga dengan perasaan tidak aman untuk membicarakan sesuatu yang mengganggu.

Jika tidak dapat mempercayai pasangan untuk mendengarkan kekhawatiran, Carabello menyebut hal ini bisa menjadi racun.

6. Ketidakjujuran

Tanda dari hubungan toxic lain adalah salah satu pasangan terus-menerus membuat kebohongan.

Kebohongan bisa dilakukan ketika kamu merahasiakan keberadaanmu atau siapa yang akan menemuimu.

Ketidakjujuran kemungkinan muncul karena salah satu pasangan tidak ingin membuat doi-nya khawatir atau bereaksi.

7. Tidak menghormati

Manly menyebut tanda hubungan toxic adalah sengaja melupakan peristiwa atau tidak menghargai waktu bersama pasangan.

Beberapa orang yang sudah berpasangan mungkin kesulitan membuat dan menjaga rencana supaya tepat waktu.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan ketika Terjebak dalam Toxic Relationship?

Maka dari itu, obrolkan masalah tersebut dengan orang yang dicintai supaya ada kemajuan dalam hubungan.

8. Keuangan yang buruk

Diperlukan kesempatan bersama pasangan untuk membahas membelanjakan atau menyimpan uang.

Dalam hal ini membelanjakan uang untuk barang-barang yang tidak disetujui oleh salah satu pasangan tidak selalu menandakan hubungan toxic.

Namun, itu bisa menjadi beracun jika si toxic tidak menghormati kesepakatan yang telah diambil tentang keuangan.

Mereka mungkin saja mengeluarkan uang untuk barang-barang mewah atau melakukan penarikan uang dalam jumlah besar.

9. Stres

Adalah hal yang lumrah jika hubungan mengalami ketegangan karena penyakit atau kehilangan pekerjaan.

Tapi, kamu sebaiknya waspada jika terus-menerus merasa gelisah bahkan ketika tidak menghadapi stres dari sumber lain.

Baca juga: 5 Kategori Toxic People, Apakah Kamu Termasuk?

Stres yang berkelanjutan dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

Orang-orang yang mengalaminya mungkin saja sering merasa sengsara, kelelahan mental dan fisik, bahkan tidak sehat.

10. Mengabaikan kebutuhan

Terus-menerus menuruti keinginan pasangan meski bertentangan dengan diri sendiri dan kenyamana menjadi salah satu tanda hubungan toxic.

Sayangnya tidak semua pasangan berani mengutarakan keberatan kepada doi-nya. Alih-alih sambat, mereka lebih memilih untuk tidak memulai pertengkaran.

11. Hubungan merenggang

Kamu mungkin sudah berhenti menghabiskan waktu dengan teman atau keluarga karena menghindari konflik dengan pasangan.

Keputusan yang diambil bisa saja dilakukan menyiasati ketika harus menjelaskan apa yang terjadi di dalam hubungan.

Baca juga: 7 Jenis Teman Toxic yang Jarang Disadari, Mau Tahu?

Di sisi lain, salah satu pasangan dapat merasa berurusan dengan orang yang dicintai malah menghabiskan banyak waktu luang.

12. Kurang merawat diri

Pasangan yang terjebak dalam hubungan toxic kemungkinan kurang merawat dirinya.

Mereka mungkin saja berhenti melakukan hobi, mengabaikan kesehatan, hingga mengorbankan waktu luang.

Itu bisa terjadi lantaran pasangan yang menjadi korban si toxic tidak punya energi untuk melakukan aktivitas perawatan diri.

Pasalnya pasangan yang beracun tidak mengizinkan mereka melakukan apa yang disukai.

13. Ingin perubahan

Kamu mungkin sengaja memertahankan hubungan karena ingat dengan kemesraan di awal menjalin asmara.

Baca juga: 8 Tanda Lingkungan Kerja Toxic, Apa Saja?

Kamu bisa juga berpikir dengan mengubah diri sendiri dan tindakan maka pasangan yang dicintai ikut berubah.

14. Menghindari konflik

Pasangan yang menjadi korban hubungan toxic cenderung menghindari konflik karena tidak ingin membawa masalah.

Tidak mengherankan apabila mereka sengaja menyimpan masalah apa pun untuk dirinya sendiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Healthline


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.