Kompas.com - 05/08/2022, 13:35 WIB

KOMPAS.com - Kanye West kembali ribut dengan Adidas -merek perlengkapan olahraga asal Jerman- yang selama ini telah membesarkan nama sang rapper.

Beberapa bulan lalu Kanye West menyerang CEO Adidas Kasper Rørsted akibat tuduhan plagiasi terhadap produk Yeezy.

Kali ini, pria 45 tahun itu melontarkan protes kepada Adidas yang dituding merilis Yeezy Day tanpa seizinnya.

Baca juga: Kanye West Serang CEO Adidas Lewat Instagram, Ada Masalah Apa?

West mencurahkan rasa frustasinya melalui sebuah pesan panjang yang dikirimkannya pada direct message akun Instagram Complex, Selasa (2/8/2022) lalu.

Curhatan West itu merupakan buntut dari Adidas yang merilis siluet baru dan menghadirkan kembali beberapa model dari label Yeezy pada 2 Juli 2022 lalu, atau bertepatan dengan Yeezy Day.

Baca juga: Yeezy Day 2022, Adidas Yeezy 450 Kembali dengan Warna Utility Black

“Adidas membuat Yeezy Day tanpa seizinku,” ujar West yang juga menuduh bahwa brand besar tersebut menghadirkan kembali beberapa model lama, memilih warna dan menamai siluet-siluetnya.

Bukan hanya itu, West juga mengatakan, Adidas mempekerjakan orang-orang yang bekerja untuknya, mencuri colorway dan model karyanya.

Tak hanya itu, Adidas pun dituding mempekerjakan seorang manajer tanpa sepengetahuan dan seizinnya.

Bahkan, dia mengklaim Adidas memperlambatnya dalam membuat desain untuk kerjasama antara lini Yeezy Gap miliknya dan rumah mode Perancis, Balenciaga.

Menurut dia, Adidas seperti menghambat West untuk merilis sneaker baru sebagai bagian dari kolaborasi tersebut.

Baca juga: Kanye West Disebut Berutang Ratusan Ribu Dollar AS pada Penyewaan Busana

Hambatan itu dirasa tetap muncul meski kontraknya dengan Adidas memperbolehkan dia merancang sepatu kasual di luar payung Adidas.

Lebih lanjut, West juga kembali melayangkan komplainnya terkait plagiasi yang menurut dia dilakukan Adidas terhadap Yeezy slides.

Dia berpendapat, desain sandal Adilette 22 yang dirilis sebagai bagian dari koleksi Adidas Originals menjiplak desain Yeezy slides.

Dia lalu mengakhiri komplainnya dengan mengklaim bahwa Yeezy berkontribusi besar terhadap penjualan daring Adidas, yaitu sebesar 68 persen dari total penjualan.

Baca juga: Yeezy Luncurkan Logo Baru Usai Selesaikan Gugatan Walmart

Dengan adanya semua masalah ini, bukan tidak mungkin kontrak Kanye West dan Adidas yang masih berlangsung hingga 2026 ini bakal putus di tengah jalan.

Namun untuk saat ini, kerjasama masih berlangsung. Setidakya hal itu ditandai dengan diluncurkannya koleksi Yeezy Gap dan Balenciaga pada akhir Juli lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Page Six
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.