Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/08/2022, 10:36 WIB
Anya Dellanita,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19 dimulai, banyak masyarakat Indonesia yang mulai mencari hobi baru, seperti merawat ikan hias di akuarium.

Nah, ikan guppy adalah salah satu ikan hias yang banyak diburu para penghobi.

Ikan guppy adalah ikan hias tropis air tawar asal Amerika Selatan yang dikenal dengan varian warnanya yang cerah, membuat akuarium bisa lebih cantik dipandang.

Merawat ikan guppy pun terbilang mudah dan cocok untuk para penghobi pemula yang ingin mengembangbiakkan atau sekadar memeliharanya bersama ikan-ikan lain.

Dilansir dari The Spruce, guppy termasuk ikan yang cinta damai dan “supel,” sehingga bisa dipelihara bersama ikan hias non-agresif lainnya, seperti platy dan molly.

Ikan lain seperti neon tetra dan ikan zebra pun cocok jadi teman guppy.

Namun, perlu diperhatikan bahwa bayi-bayi ikan yang dihasilkan guppy betina bisa jadi santapan ikan lain.

Jadi, sebaiknya jangan memasukkan terlalu banyak ikan ke dalam akuarium yang sama dengan ikan guppy dan anak-anaknya.

Biasanya, mereka yang memelihara ikan guppy membuat akuarium khusus guppy. Mencampurkan berbagai varietas ikan guppy berbeda dalam satu akuarium juga bisa dilakukan.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Ikan Guppy yang Cantik dan Penuh Warna

Merawat ikan guppy

Ikan guppyshutterstock Ikan guppy
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, merawat ikan guppy terbilang mudah bagi pemula.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin merawat ikan guppy.

Misalnya, sebaiknya kita membeli akuarium yang cukup besar. Sebab, ikan guppy adalah ikan yang sangat aktif dan bisa tumbuh dengan baik di dalam tangki

Lalu untuk mencegah populasinya tidak meledak, sebaiknya pisahkan ikan guppy jantan dan betina di tangki terpisah.

Pasalnya, guppy betina dapat menyimpan sperma untuk beberapa kali pembuahan, bahkan setelah berpisah dari jantan.

Kita juga bisa membatasi akuarium dengan tank divider, meski hanya untuk sementara.

Namun karena divider ini sangat tipis, sebaiknya tetap pisahkan ikan guppy jantan dan betina dalam dua akuarium berbeda.

Guppy juga mudah dirawat karena sifatnya yang omnivora dan dapat mengonsumsi berbagai pakan yang terjual di pasaran.

Namun menurut The Spruce Pets, sebaiknya guppy diberi makan dengan pelet berukuran kecil (micropellet) karena kandungan nutrisi di dalamnya dapat bertahan lebih lama.

Ilustrasi ikan guppy Ilustrasi ikan guppy
Kita juga bisa memberi ikan guppy suplemen, seperti sayuran dan makanan beku. Namun, hanya berikan suplemen itu satu atau dua kali dalam seminggu.

Lalu untuk waktu pemberian makanan, bergantung pada suhu akuarium kita dan penghuni akuarium lainnya. Jadi, kita bisa memberi makan ikan guppy setiap sekali atau dua kali sehari.

Jangan lupa untuk selalu memberi ikan makan dalam jumlah kecil, lalu setelah semuanya habis, tambahkan sedikit makanan lagi.

Ulangi pemberian makan selama beberapa menit sekali dan gunakan waktu ini untuk memeriksa semua kondisi ikan kita.

Pasalnya, waktu makan adalah waktu yang tepat untuk melihat apakah ada ikan yang bertingkah aneh atau sakit.

Baca juga: 5 Alasan Ikan Guppy Peliharaan yang Sempurna, Pemula Wajib Tahu

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com