Kompas.com - 13/08/2022, 22:00 WIB

KOMPAS.com - Berjemur di bawah sinar matahari atau tanning menjadi salah satu cara bagi banyak orang untuk mempercantik penampilan kulit.

Hal ini juga sering kali dilakukan oleh mereka yang ingin membuat warna kulit menjadi kecokelatan agar lebih terlihat eksotis.

Namun, apakah tanning sebenarnya aman untuk dilakukan?

Sebab, proses tanning ini memanfaatkan radiasi dari sinar UV untuk membuat kulit berwarna lebih coklat.

Baca juga: Perlukah Anak-anak Berjemur demi Dapat Vitamin D?

Ditemui dalam acara Shinzui Spacation di Onsen Resort Batu, Jawa Timur, dokter spesialis kulit di Eons Skin Clinic, Dr Leni Kumalasari, DiplAAAM, mengatakan, ada batasan waktu yang aman untuk melakukan tanning.

"Tanning dapat dilakukan maksimal 2-3 jam saja," kata dia kepada Kompas.com, Kamis (11/8/2022) lalu.

Menurut Leni, terlalu lama berjemur atau terpapar sinar matahari dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Mulai dari kulit kering, kusam, warna kulit tidak merata, hingga yang paling parah adalah kanker kulit.

"Berjemur terlalu lama di bawah sinar matahari tentu sangat berbahaya."

"Apalagi, bagi orang-orang dengan kulit putih yang melaninnya cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan orang-orang berkulit hitam," ungkap dia.

"Karena terpapar sinar matahari secara berlebihan, khususnya untuk orang-orang berkulit putih dapat menyebabkan risiko kanker kulit."

Baca juga: Jangan Terlalu Lama Berjemur, Bisa Sebabkan Masalah Kulit

"Maka dari itu, orang-orang luar negeri yang cenderung berkulit putih itu kan selalu memakai lotion tanning dengan kandungan pigmen yang berguna untuk mempercepat penyerapan sinar matahari," kata dia.

Tetapi, tanning atau berjemur paling lama tidak boleh lebih dari tiga jam untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV.

Leni juga menambahkan, apabila kita ingin melakukan tanning, pastikan untuk memakai losion khusus tanning atau sunblock untuk melindungi kulit dari paparan langsung sinar matahari.

Selain itu, perawatan badan setelah tanning juga bisa dilakukan untuk mencegah warna kulit yang tidak merata atau dikenal sebagai kulit belang.

Perawatan badan ini dapat dilakukan secara rutin dengan mandi menggunakan sabun, kemudian dilanjutkan dengan eksfoliator, dan yang terakhir adalah pemakaian body lotion.

Baca juga: Ternyata Berjemur Pukul 12 Siang Paling Baik untuk Asupan Vitamin D

"Eksfoliator itu salah satunya scrub yang termasuk eksfoliator mekanik dan untuk eksfoliator tidak boleh dilakukan setiap hari karena eksfoliator itu adalah mekanik yang kasar," kata dia.

Dengan bantuan eksfoliator yang dapat mengelupaskan sel-sel kulit mati, kulit yang belang biasanya akan kembali merata dalam 14 hari atau sekitar dua minggu.

Namun, dia menyarankan penggunaan body scrub hanya 2-3 kali seminggu. Bagi yang kulitnya sangat kering, body scrub hanya boleh digunakan 1-2 kali seminggu untuk mencegah iritasi kulit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.