Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/08/2022, 09:48 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

KOMPAS.com - Tren pria muda dan usia produktif yang terpaksa melajang diprediksi akan semakin meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Tentunya ini bukan hal yang baik karena sejumlah penelitian membuktikan bahwa pria yang berpasangan biasanya lebih sehat dan bahagia.

Greg Matos PsyD, psikolog keluarga dan pasangan asal California, menilai kaum pria sudah menjadi kalangan lajang jangka panjang yang makin bertambah selama 30 tahun belakangan.

"Dan meskipun Anda sebenarnya tidak perlu berada dalam suatu hubungan untuk bahagia, pria biasanya lebih bahagia dan lebih sehat saat berpasangan," katanya, dikutip dari Psychology Today.

Baca juga: Tertekan Karena Jomblo? Ini 3 Tips Mencari Pasangan yang Bisa Dicoba

Alasan pria lajang kini makin sulit dapat pasangan

Pria lajang yang berorientasi heteroseksual dianggap tidak akan lagi bisa mendapatkan pasangan dengan mudah.

Perjalanan mereka untuk mendapatkan wanita yang ingin hidup bersama mereka akan semakin menantang di kemudian hari.

Matos menjelaskan tiga hal yang menjadi penyebabnya:

Penggunaan aplikasi kencan

Penggunaan aplikasi kencan semakin masif di kalangan anak muda untuk mencari pasangan, termasuk di Amerika Serikat.

Namun, lebih dari 62 persen penggunanya adalah pria sehingga pengguna wanita cenderung kewalahan dengan pilihan yang ada.

Persaingan dalam aplikasi kencan online sangat ketat dan pertemuan langsung yang beruntung dengan pasangan impian jadi lebih jarang dari sebelumnya.

Baca juga: Kurang Pede Ngobrol Online di Aplikasi Kencan? Yuk, Simak Tipsnya!

Standar hubungan makin tinggi

Dengan banyaknya pilihan, baik di aplikasi kencan maupun di dunia nyata, tak heran jika wanita semakin selektif.

Greg Matos mengatakan, kini wanita semakin cermat dalam memilih termasuk kualitas diri yang ada di dalam calon pasangan. 

"Mereka lebih suka pria yang tersedia secara emosional, komunikator yang baik, dan berbagi nilai-nilai yang sama," katanya.

Defisit keterampilan

Ilustrasi pria sedang memberi hadiah ke pacarnya.svetlanasokolova/ Freepik Ilustrasi pria sedang memberi hadiah ke pacarnya.
Pria memiliki kesenjangan keterampilan hubungan yang membuat mereka makin sulit mendapatkan pasangan.

Misalnya kurangnya kesabaran, keterampilan komunikasi yang lebih buruk dan faktor lain yang menentukan.

Hal ini makin menjadi masalah karena hubungan emosional adalah sumber kehidupan cinta jangka panjang yang sehat.

Hubungan emosional membutuhkan semua keterampilan yang masih belum diajarkan secara konsisten oleh keluarga kepada anak laki-laki mereka.

Baca juga: Studi: Wanita Terpikat pada Pria yang Ingin Menjadi Ayah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com