Kompas.com - 18/08/2022, 18:07 WIB

KOMPAS.com - Salah satu diet yang dikatakan ampuh dalam menurunkan berat badan adalah diet alkaline.

Kepopuleran diet alkaline terus meroket lantaran sudah diterapkan beberapa aktris Hollywood hingga beberapa influencer kebugaran. 

Sebut saja Victoria Beckham, Jennifer Aniston hingga Gwyneth Paltrow yang diketahui menerapkan diet jenis ini.

Lantas, apa itu diet alkaline? Apakah efektif dalam menurunkan berat badan dan sehatkah bagi tubuh?

Baca juga: Pencipta Diet Alkali Menghadapi Hukuman Penjara

Mengenal diet alkaline

Kacang dan biji memiliki arti, jenis, dan kandungan nutrisi yang berbeda dan direkomendasikan untuk diet alkaline.FREEPIK/8photo Kacang dan biji memiliki arti, jenis, dan kandungan nutrisi yang berbeda dan direkomendasikan untuk diet alkaline.

Diet alkaline adalah pola makan sehari-hari yang mengharuskan seseorang untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat basa (alkali).

Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kadar pH atau tingkat keasaman di dalam tubuh.

Melansir Cleveland Clinic, tingkat basa suatu makanan diklasifikasikan pada skala 0-14.

Makanan dengan kadar pH 0-6 dinilai bersifat asam. Kemudian pH 7 disebut-sebut netral dan pH 8 lebih tinggi yang artinya basa.

Berdasarkan mekanismenya, pola makan diet alkaline mengharuskan pelakunya memindahkan unsur basa tersebut ke dalam tubuh.

Beberapa pilihan makanan yang dianjurkan dalam diet ini adalah buah-buahan atau jus tanpa pemanis tambahan.

Asupan karbohidrat yang direkomendasikan adalah yang berasal dari biji-bijian utuh seperti nasi, oat dan quinoa.

Lalu, nutrisi lain seperti kacang-kacangan seperti kedelai, tahu. Aneka jenis sayuran yang disarankan untuk dikonsumsi juga mencakup brokoli, kubis, wortel dan lain sebagainya.

Beberapa makanan tersebut sebenarnya menyehatkan bagi jantung dan rendah kalori.

Menurut Anthony DiMarino, RD, ahli diet bersertifikat di Cleveland Clinic, tidak mengherankan jika seseorang yang menerapkan diet alkaline, sebab manfaatnya dapat menyehatkan tubuh dan membantu menurunkan berat badan.

Tetapi masalahnya adalah diet yang satu ini mengimbau pelakunya untuk membatasi asupan hewani, termasuk daging, telur atau susu.

Baca juga: Diet Alkaline, Tak Hanya untuk Menurunkan Berat Badan

Orang yang mengikuti pola makan plant based cukup mudah beradaptasi dengan diet yang satu ini.

"Mengikuti diet alkaline akan membuat tubuh kesulitan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup seperti protein, zat besi dan kalsium," kata DiMarino.

"Protein rendah bisa menyebabkan hilangnya massa otot. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia dan kekurangan kalsium bisa berisiko bagi kesehatan tulang."

Baca juga: Diet Ekstrem Para Aktor untuk Turunkan Berat Badan demi Peran

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.