Kompas.com - 29/08/2022, 10:04 WIB

KOMPAS.com – Saking sibuknya mempersiapkan pernikahan, seperti keperluan administrasi dan resepsi, calon pengantin (catin) kerap melupakan pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah atau premarital check up.

Padahal, pemeriksaan tersebut merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko stunting pada anak.

Sebagai informasi, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi. Adapun ciri-ciri stunting yang paling terlihat adalah tubuh anak lebih pendek dari standar perhitungan yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Meski demikian, tubuh pendek bukan satu-satunya ciri stunting.

Selain berdampak terhadap tumbuh kembang anak, termasuk fungsi motorik dan verbal, stunting juga meningkatkan risiko penyakit degeneratif serta kejadian kesakitan.

Stunting juga dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel neuron terhambat sehingga anak berisiko mengalami 7 persen penurunan perkembangan kognitif.

Stunting harus diwaspadai dengan cara memastikan gizi anak terpenuhi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang mencakup 270 hari selama di dalam kandungan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan.

(Baca juga: Stunting adalah Kondisi Gagal Tumbuh pada Anak, Berikut Faktanya!)

Dikutip dari laman siapnikah.org, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) mengatakan, sebagai upaya pencegahan stunting, calon pengantin harus memeriksakan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan. Pasalnya, hampir 50 persen kasus stunting terjadi sejak masa kehamilan.

Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah pun telah mewajibkan calon pengantin untuk mengisi data status calon pengantin sebagai syarat menikah. Beleid ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dengan syarat itu, calon pengantin diminta melaporkan kondisi kesehatan dalam waktu tiga bulan sebelum menikah. Selain itu, calon pengantin juga harus melakukan skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan darah, serta tes penyakit menular seksual dan organ reproduksi wanita.

(Baca juga: Apakah Tujuan Menikah adalah Mencari Kebahagiaan Saja?)

Kemudian, calon pengantin wanita juga perlu melakukan pemeriksaan toksoplasmosis, other infection atau infeksi lain, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex virus (TORCH).

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.