Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/09/2022, 17:45 WIB
Dinno Baskoro,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber

KOMPAS.com - Penyakit asam urat dapat ditandai dengan perubahan warna kulit hingga menyebabkan kekakuan atau nyeri pada sendi.

Kondisi tersebut merupakan dampak dari penimbunan kristal asam urat di persendian, yang biasanya menyerang jempol kaki, tumit, pergelangan kaki atau lutut.

Namun pada beberapa kasus asam urat, tidak semua orang menunjukkan gejala tersebut.

Pasalnya setiap orang memiliki respons tersendiri dalam menyikapi kadar asam urat tinggi, sehingga kemungkinan ada beberapa gejala lain yang jarang disadari penderitanya.

Baca juga: Kenali 4 Gejala Asam Urat Tinggi dan Kapan Harus Berobat ke Dokter 

Gejala asam urat yang jarang disadari

Gejala asam urat tinggi yang perlu diwaspadai. FREEPIK Gejala asam urat tinggi yang perlu diwaspadai.

Asam urat adalah salah satu bentuk dari radang sendi yang diakibatkan oleh penumpukkan kristal asam urat di area tersebut.

Pengaruh dari tingginya kadar asam urat dalam darah bisa menyebabkan sejumlah gejala lain yang tidak cuma sensasi kekakuan atau nyeri sendi. Lalu, seperti apa gejalanya?

Untuk lebih jelasnya, simak lima gejala asam urat yang jarang disadari sebagaimana dilansir Arthritis Health.

1. Demam

Peradangan yang terjadi pada area sendi bisa menyebabkan demam yang mirip seperti flu. Demam tersebut disertai dengan kondisi tubuh yang mudah merasa lelah, hingga pegal linu.

Kemungkinan gejala tersebut dapat terjadi ketika serangan asam urat sudah memengaruhi dua atau lebih bagian sendi.

 

2. Nyeri pada punggung bawah

Ilustrasi pegal linu dan nyeri sendi. Dok. Shutterstock/Pencipta Tren Ilustrasi pegal linu dan nyeri sendi.

Asam urat di punggung bawah dapat memengaruhi tulang belakang lumbar atau sendi sakroiliaka.

Sendi tersebut letaknya berada di kedua sisi panggul antara sakrum dan ilium.

Meskipun asam urat jarang memengaruhi bagian tubuh tersebut, namun bila ada indikasi gejala nyeri pada punggung bagian bawah, maka pasien wajib memeriksakan kadar asam uratnya.

Baca juga: 6 Minuman yang Harus Dihindari Penderita Asam Urat, Salah Satunya Kopi

3. Batu ginjal

Ilustrasi Ilustrasi

Biasanya, ginjal akan menyaring asam urat dari dalam darah, yang kemudian dikeluarkan melalui urine.

Jika ginjal tidak mampu lagi melakukan tugasnya atau kadar asam urat di dalam tubuh terlalu tinggi, maka penumpukan kristal tersebut bisa membentuk batu ginjal.

Hubungan antara kesehatan ginjal dan asam urat telah diteliti para ilmuwan bahwa ada korelasi antara keduanya.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang yang memiliki masalah ginjal kronis kemungkinan mengembangkan penyakit asam urat.

Kemudian ketika pasien mengalami gangguan ginjal lebih dari dua kali, kemungkinan kondisi tersebut dialami akibat penyakit asam urat.

Lalu, korelasi lain antara penderita asam urat yang menyebutkan bahwa bagi sebagian orang, asam urat mungkin merupakan tanda penyakit ginjal, begitu pun sebaliknya.

4. Sakit di pergelangan tangan

 

ILUSTRASI: Ketika kambuh, asam urat bisa menimbulkan nyeri dan sensasi panas di semua persendian.Unsplash/Towfiqu Barbhuiya ILUSTRASI: Ketika kambuh, asam urat bisa menimbulkan nyeri dan sensasi panas di semua persendian.

Orang yang mengalami nyeri pergelangan tangan yang berhubungan dengan asam urat biasanya dia menderita asam urat poliartikular.

Hal itu merupakan pertanda bahwa kadar asam urat tinggi telah memengaruhi lebih dari satu sendi.

5. Benjolan di bawah kulit

Penderita asam urat kronis dapat mengembangkan benjolan di bawah kulit di dekat sendi.

Benjolan ini disebut dengan tophi, yang bentuknya seperti bisul, namun berada di bawah jaringan kulit.

Thopi ini berkembang ketika kristal asam urat terlalu banyak sehingga memungkinkan untuk membentuk benjolan.

Biasanya benjolan itu muncul di bawah kulit area persendian jari-jari kaki, tangan dan siku. Namun kondisi tersebut juga dapat muncul di mana saja, termasuk di area tulang belakang.

Tophi dapat berkembang jika asam urat tidak diobati atau diobati selama bertahun-tahun. Benjolan ini umumnya juga tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa hilang dengan sendirinya ketika asam urat sudah ditangani secara medis. 

Meski begitu, jika tophi didiamkan begitu saja tanpa adanya pengobatan terhadap asam urat, maka dapat memicu komplikasi yang membuat gerak sendi menjadi sulit untuk ditekuk atau diluruskan, menimbulkan luka pada jaringan kulit hingga kematian jaringan kulit.

Baca juga: Kenali 4 Gejala Asam Urat Tinggi dan Kapan Harus Berobat ke Dokter

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com