Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sunardi Siswodiharjo
Food Engineer dan Praktisi Kebugaran

Food engineer; R&D manager–multinational food corporation (2009 – 2019); Pemerhati masalah nutrisi dan kesehatan.

Melawan Sabotase Industri dan Melepas Belenggu Makanan Ultra Proses

Kompas.com - 16/09/2022, 09:58 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kedua, mindful eating, yaitu menikmati rasa, aroma, dan tekstur makanan, mengunyah makanan secara perlahan, tidak makan sambil menonton TV atau aktivitas lainnya. Otak memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk mendapatkan sinyal kenyang.

Ketiga, strategi substitusi, misalnya mie kuning diganti dengan sirataki.

Strategi keempat yaitu “strategi cermat camilan cerdas”, di mana dipilih camilan yang tinggi protein, karena memiliki thermo effect food/TEF yang tinggi dan membuat awet kenyang.

Kemudian camilan yang tinggi air dan serat seperti buah-buahan, atau tinggi karbohidrat jika memang ingin digunakan untuk berolahraga.

Strategi tambahan misalnya masak makanan sendiri, karena kita tahu bahan dan kandungan kalorinya. Atau strategi katering sehat, dimana kandungan kalori dan makronutrisinya telah diukur, proses pengolahan dan bahan telah dimodifikasi agar rendah kalori, juga dapat memilih paket menu sehat dan sesuai kebutuhan.

Harus dicamkan, kebiasaan baru mesti didukung juga dengan manajemen ghrelin, hormon yang mengendalikan rasa lapar. Olahraga ternyata dapat menurunkan sensasi rasa lapar serta ghrelin (Vatansever-Ozen, Serife, et al., 2011).

Petuah Hippocrates di awal tulisan ini sungguh merupakan paket lengkap yang tepat untuk “Melawan sabotase industri dan melepas belenggu makanan ultra-processed” menuju hidup yang lebih sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.