Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/09/2022, 21:00 WIB

KOMPAS.com - Quiet firing adalah praktik pemecatan diam-diam yang dilakukan oleh atasan.

Hal ini bisa dilakukan dengan banyak cara, secara halus maupun diam-diam.

Tujuannya agar kita sebagai karyawan tidak lagi nyaman bekerja di kantor sehingga memutuskan resign.

Quiet firing adalah praktik yang lazim dilakukan perusahaan ketika melakukan efisiensi pekerja tanpa harus memberikan pesangon saat PHK.

Sayangnya, kebanyakan dari kita seringkali tidak sadar menjadi sasaran perilaku ini sampai akhirnya terlambat.

Ciri-ciri quiet firing dari atasan, segera kenali!

Selain uang, kenyamanan di kantor adalah hal yang penting bagi kita dalam bekerja.

Maka jika situasi sudah tidak nyaman, tak jarang yang langsung gegabah mengajukan resign tanpa mempertimbangkan kondisi sesungguhnya.

Padahal, mungkin saja kita sudah masuk pada jebakan quiet firing yang dilakukan oleh atasan.

Baca juga: 8 Tanda Atasan Kita Toxic, Apa Saja?

Bagaimana cara mengenalinya? Berikut ciri-cirinya.

Kritik tanpa henti dari atasan

Kritikan tanpa henti dari atasan untuk semua pekerjaan yang kita lakukan bisa menjadi salah satu indikasi utama.

Apalagi jika tidak ada umpan balik yang layak untuk membantu kita meningkatkan kinerja di kantor.

Selain itu, quiet firing juga bisa berupa tindakan mengecilkan capaian kita sehingga bukan hanya menghambat perkembangan karier namun juga memengaruhi kesehatan mental.

Respon negatif berlebihan yang terus-menerus kemudian akan menurunkan harga diri, kepercayaan diri maupun membuat kita mempertanyakan soal kompetensi diri sendiri.

Baca juga: Kiat Tingkatkan Kebahagiaan dan Kurangi Kesepian di Kantor

Tidak ada kenaikan gaji, promosi, bahkan pembahasan soal kemungkinan ini

Jika kita merasa sudah mencapai atau melebihi target pekerjaan namun tidak mendapatkan apresiasi yang layak, mungkin ini adalah tanda quiet firing.

Apalagi jika rekan kerja yang lain mendapatkan promosi maupun kenaikan gaji atas setiap prestasinya.

Agaknya, hanya tinggal tunggu waktu sampai kita akhirnya benar-benar angkat kaki dari kantor.

Atasan enggan diajak diskusi soal pengembangan karier

Ilustrasi atasan dengan karyawan di kantor.preefoto/ Freepik Ilustrasi atasan dengan karyawan di kantor.
Indikasi penting lainnya dari praktik pemecatan diam-diam adalah ketika atasan enggan berdiskusi langsung soal pengembangan karier kita.

Sudah seharunya mereka memberikan evaluasi atas pekerjaan kita di kantor, baik maupun buruk.

Jadi jika mereka nampak cuek dan tidak peduli maka mungkin mereka sedang berusaha membuat kita tidak betah di kantor.

Demikian pula jika atasan mendadak membatalkan janji atau sulit ditemui untuk bicara soal masa depan pekerjaan kita.

Baca juga: Segera Resign! Ini Tanda-tanda Kita Harus Mencari Pekerjaan Baru

Atasan memberikan proyek yang kita inginkan pada rekan kerja

Ciri-ciri quiet firing yang lain adalah ketika atasan sengaja memberikan proyek yang kita idamkan kepada rekan kerja.

Pengalihan ini dilakukan bukan tanpa alasan melainkan untuk membuat kita kecewa sehingga akhirnya resign.

Beban kerja bertambah tanpa informasi sebelumnya

Jika beban kerja bertambah secara mendadak, tanpa diskusi sebelumnya atau kemungkinan kenaikan gaji, bisa jadi kita sedang jadi sasaran quiet firing.

Atasan berusaha membuat kita kelelahan sehingga berhenti bekerja dengan sendirinya.

Hal serupa pula jika mendadak kantor menugaskan kita ke cabang yang berbeda tanpa kompensasi apa pun.

Terlebih lagi, jika keputusan tersebut tidak bisa didiskusikan ulang dan wajib diterima atau resign pilihannya.

Baca juga: Tak Perlu Quiet Quitting, Lakukan 3 Hal Ini Ketika Burnout Mendera

Jadi sasaran hal negatif

Tindakan quiet firing juga bisa dilakukan atasan dengan terus-menerus menjadikan kita sebagai contoh buruk.

Misalnya, membahas soal penurunan performa kerja kita di rapat terbuka dengan karyawan lain.

Mereka berusaha membuat citra kita menjadi negatif sehingga tidak nyaman lagi berada di kantor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.