Kompas.com - 25/09/2022, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Beberapa ibu harus melahirkan melalui operasi caesar karena berbagai pertimbangan.

Metode ini dilakukan dengan mengangkat janin dari rahim dengan melakukan operasi di perut ibu.

Biasanya cara ini dipilih karena adanya risiko kehamilan sehingga kelahiran normal alias vagina tidak memungkinkan.

Namun banyak mitos beredar jika operasi caesar sangat menyakitkan sehingga membuat para perempuan was-was.

Baca juga: Perbedaan Melahirkan Metode ERACS dan Operasi Caesar Konvensional

Apakah operasi caesar sangat menyakitkan? Ini penjelasannya

Operasi caesar memiliki beberapa kelebihan seperti persiapannya yang lebih matang dan waktu yang cenderung bisa diprediksi.

Berbeda dengan kelahiran vagina yang lebih sering mendadak karena terjadi secara alami.

Namun tetap ada risiko yang harus dipertimbangkan termasuk luka akibat sayatan pada lapisan kulit, bekas luka, infeksi, dll.

Banyak juga yang menyebut jika rasa sakit akibat operasi caesar bertahan lebih lama setelah melahirkan.

Agar tak salah kaprah, ketahui fakta-faktanya berikut ini.

Apakah operasi caesar lebih menyakitkan daripada persalinan pervaginam?

Liesel Teen, perawat persalinan di AS mengatakan keduanya tidak bisa dibandingkan karena amat berbeda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.