Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pahami 7 Tanda Toxic Relationship, Akhiri Sebelum Semakin Parah

Kompas.com - 26/09/2022, 17:15 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Menurut Woodfin, adanya ancaman dalam hubungan menimbulkan rasa takut.

Tetapi, tidak semua pasangan yang dikekang berani untuk mengakhiri hubungan.

Tanda perilaku mendikte dalam toxic relationship, meliputi:

  • Memberi tahu apa yang kelihatannya benar
  • Memberikan ancaman
  • Terlalu posesif
  • Mencoba mengatur
  • Menjauhkan salah satu pasangan dari orang-orang yang dicintai
  • Menganggaap salahi satu pasangan tidak tahu apa-apa
  • Mmeinta password smartphone, email, atau media sosial.

3. Mengabaikan diri sendiri

Saling memberi perhatian lumrah terjadi dalam hubungan bahagia.

Namun, kondisi ini tidak dirasakan oleh mereka yang terjebak dalam toxic relationship.

Akibatnya, pasangan yang menjadi korban dalam hubungan beracun terus-menerus memperhatikan doi-nya tapi kebutuhan dirinya sendiri terabaikan.

Kondisi tersebut membuat mereka yang terjebak dalam toxic relationship sulit berkata "tidak" bahkan batasannya dilanggar oleh pasangan.

Baca juga: 8 Tanda Toxic Relationship di Hubungan Kim Kardashian dan Kanye West

Menurut Woodfin, ada beberapa tanda yang mengindikasikan kebutuhan diri sendiri terabaikan. Berikut di antaranya:

  • Menjadi pengirim pesan pertama kali
  • Ada kesenjangan antara pesan dan balasan yang diberikan
  • Percakapan terputus-putus
  • Berulang kali meminta pasangan yang terlalu dominan untuk mengubah perilakunya
  • Ada perbedaan signifikan antara pembagian kerja, tanggung jawab, dan kontribusi dalam hubungan.

4. Membela pasangan

Toxic relationship membuat si korban mau tidak mau membela pasangannya.

Padahal, teman atau keluarganya melihat pasangan yang dibela tidak benar.

5. Komunikasi yang buruk

Menurut terapis hubungan asal California, AS Kamil Lewis, AMFT, ada beberapa bentuk dari komunikasi yang buruk dalam toxic relationship, yakni:

  • Berteriak
  • Memprovokasi
  • Melempar dan menghancurkan barang
  • Memberikan intimidasi atau paksaan secara fisik.

Tak hanya itu, Woodfin juga menyebut "bentuk halus" komunikasi yang buruk dalam toxic relationship, di antaranya:

  • Mendiamkan
  • Menyalahkan
  • Terus-menerus menyela
  • Mendengarkan untuk menanggapi, bukan untuk memahami pasangan.

Psikolog klinis asal Lenox Hill Hospital, New York, AS, Sabrina Romanoff PsyD, mengatakan, ada dampak negatif dari komunikasi buruk dalam toxic relationship.

Kondisi seperti itu dikatakan Sabrina berisiko menyebabkan ketegangan dan ketidakpercayaan antarpasangan.

Hal itu berbeda dengan pasangan yang hubungannya sehat karena komunikasi mereka terbuka, saling menghormati, dan berusaha mendinginkan situasi sebelum semakin panas.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com