Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/09/2022, 13:09 WIB

4. Merasa insecure

Insecure tidak selalu membuat orang-orang berdiam atau menutup diri. Perasaan ini juga mendorong sexual bullying terjadi.

Ya, pelaku sexual bullying yang merasa insecure dapat melancarkan aksinya ketika mereka merasa tidak pede dengan tubuh atau performa seksnya.

Mereka sebisa mungkin melakukan sexual bullying sebelum korbannya menyerang mereka.

5. Menghilangkan persaingan

Sexual bullying dapat dipicu oleh keinginan menghilangkan persaingan dengan orang lain karena cemburu.

Kemungkinan, pelaku sexual bullying merasa korbannya lebih menarik secara sex appeal, lebih pintar, atau terkenal.

6. Meniru orang lain

Pelaku sexual bullying bisa melancarkan perilaku tidak terpuji karena melihat orang lain yang melakukan hal serupa.

Dalam hal ini, acara TV, konten di media sosial, musik, atau film dapat "menginspirasi" pelaku untuk melakukan sexual bullying.

Jadi, orangtua perlu memberikan pemahaman kepada anak supaya si buah hati tidak menyaksikan atau mendengarkan hal yang tidak pantas.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Apa Saja yang Termasuk Pelecehan Seksual?

Contoh sexual bullying

Ada berbagai contoh yang membuktikan sexual bullying telah terjadi. Berikut daftarnya.

  • Memanggil orang lain secara gamblang berkonotasi seksual dan panggilan yang menghina
  • Meneruskan chat dan gambar yang jelas-jelas tidak pantas
  • Mempermalukan atau melakukan cyberbullying
  • Memegang pakaian orang lain atau menyinggung mereka dengan cara seksual secara disengaja
  • Meniru orang lain secara online dan membuat komentar atau perilaku seksual atas nama mereka
  • Membuat komentar tentang preferensi seksual atau aktivitas
  • Menunjukkan gerakan yang bernuansa seksual kepada orang lain
  • Membuat lelucon atau komentar bernada seksual
  • Catcalling atau melecehkan orang lain
  • Memposting komentar, gambar, atau video seksual di situs media sosial
  • Melakukan sexting, entah untuk menggoda, mengajak berhubungan seksual, atau menekan orang lain
  • Membagikan foto atau video yang tidak pantas
  • Menyebarkan rumor atau gosip bernada seksual tentang orang lain
  • Menyentuh, memegang, atau mencubit orang lain dengan cara seksual secara sengaja
  • Menulis komentar seksual tentang prang lain di blog, kamar mandi, atau di tempat umum lainnya.

Nah, itulah penyebab dan berbagai contoh sexual bullying yang wajib diwaspadai. Sudah paham, 'kan?

Baca juga: Kenali Risiko Bunuh Diri pada Remaja yang Di-bully

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.