Kompas.com - 01/10/2022, 11:50 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tidak dapat dimungkiri, penampilan wajah memainkan peran penting terhadap kepercayaan diri dan impresi dari orang-orang sekitar. Apalagi di era maraknya media sosial, kita memiliki keinginan untuk selalu tampil sempurna di layar virtual banyak orang.

Tuntutan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya salah karena mungkin hal tersebut membuat banyak orang menjadi sadar akan pentingnya perawatan wajah.

Namun, keinginan seseorang untuk melakukan perawatan muka dipengaruhi oleh banyak faktor penghambat juga. Mulai dari budget, kekhawatiran takut tergantung, masalah usia, waktu, dokter, hingga tempatnya. Alhasil, tidak sedikit yang mencari solusi alternatif seperti melakukan self diagnosis dan membeli skincare murah tanpa konsultasi apa pun.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Hengky N Affandi, CEO Estetika Dr.Affandi, menceritakan bahayanya jika kita tidak melakukan investasi kulit sejak dini. Pasalnya, semakin tua, kulit menjadi semakin sensitif dan kurang optimal. Apabila tidak dilakukan pencegahan, permasalahan justru bisa semakin fatal.

Dr. Hengky menyampaikan, salah satu kasus pasiennya berumur 10 tahun yang memiliki muka berjerawat dan meradang. Sang ibu sempat khawatir apakah anaknya terlalu dini untuk melakukan treatment, tetapi Dr. Hengky kemudian menjelaskan bahwa tidak ada yang namanya terlalu muda.

“Bahaya nggak di treatment dari awal? Nah saya sebagai dokter harus mengedukasi. Kita sebagai dokter itu akan bertanggung jawab penuh terhadap treatment yang diberikan. Justru yang kita khawatirkan itu self-diagnose. Dia mendiagnosis sendiri, mencari obat online, beli online, (lalu) treatment sendiri karena tidak ada supervisinya. Sedangkan pengetahuan mereka kurang terkait dengan medis,” tutur Dr. Hengky pada launching Skinvestment Concept with Estetika Solutions, Minggu (25/9/22).

Kembali lagi, sebenarnya sesederhana munculnya jerawat itu bisa dijadikan pertanda bahwa seseorang butuh suatu treatment. Terutama kepada anak-anak remaja atau Gen Z sekalipun. Dr. Hengky melihat pubertas pada generasi sekarang sudah jauh lebih cepat. Jika dulu bisa di umur 17-an tahun, sekarang faktanya banyak dari yang umur 10 tahun sudah mengalami puber.

Apabila belum atau tidak menunjukkan gejala masalah kulit, bisa dicegah dengan menggunakan sabun cuci muka setiap harinya dan sunscreen. Sunscreen berkisar 30 SPV adalah yang direkomendasikan oleh para dokter.

Ilustrasi pria merawat wajahshutterstock Ilustrasi pria merawat wajah
Mengenai pernyataan bahwa obat wajah membuat muka kita menjadi ketergantungan selamanya akan produk tersebut, Dr. Hengky punya jawaban:

Perawatan wajah itu kebutuhan bukan ketergantungan. Saya selalu menganalogikan, misalnya kalau pasien saya perempuan, kamu punya bunga dan Anda ingin bunga itu selalu bagus. Pasti Anda kasih pupuk, air, dan lain sebagainya. Itu pasti bagus. Tapi saat tanaman itu bagus, kita tidak bisa bilang bahwa bunga itu ketergantungan. Ya sudah jadi saya stop saja, ga usah kasih pupuk, ga usah kasih air, tetapi kamu mau bunganya tetap bagus terus? Ya ngga bisa,” ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.