Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/10/2022, 11:00 WIB

Maka baik korban maupun pelaku KDRT perlu memahami jika proses memaafkan berbeda dengan keputusan soal hubungan.

"Akan lebih tepat dan mendukung Kesehatan mental korban bila konteks memaafkan dan konteks kembali berhubungan didudukkan pada dua konteks terpisah, bukan sepaket ya," tambah pakar yang kerap menangani korban dan penyintas KDRT ini.

Baca juga: Sikap Romantis Berlebihan Kerap Jadi Pola Perilaku Pelaku KDRT

Korban KDRT perlu fokus pada diri sendiri

Daripada kembali merajut hubungan yang lama, korban KDRT disarankan untuk berfokus pada diri sendiri untuk pemulihan fisik maupun mentalnya.

Seringkali dibutuhkan proses yang panjang agar bisa menghilangkan trauma atas kekerasan yang dialami.

"Setidaknya pastikan kondisi diri sudah melewati fase ketegangan mendalam pada kondisi mentalnya," pesan Lucia.

Baca juga: Pentingnya Kenali Indikasi Perilaku KDRT Sejak Pacaran

Sering kali, korban KDRT sulit keluar dari toxic relationship tersebut karena pelaku adalah pemenuh kebutuhannya sehingga tercipta relasi kuasa.

Proses mengenali kondisi soal situasi dan posisi ini penting sebagai bahan pertimbangan utama sebelum kembali bersama.

Lucia, yang merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada, mengingatkan jika memilih kembali pada hubungan penuh KDRT, maupun berpisah, sama-sama butuh kesiapan mental dan material, terlebih bila kehidupan berpasangan telah berlangsung panjang.

Biasanya korban KDRT mengalami kesulitan dalam bernalar atau menata langkah hidupnya sehingga perlu konsultasi dengan profesional atau fasilitator yang tepat.

"Sebaiknya dengan pihak yang netral ya, bukan yang mengenal korban maupun pelaku sehingga dapat meminimalkan bias pribadi," tutupnya.

Baca juga: Anak Korban KDRT Cenderung Tumbuh sebagai Pelaku KDRT, Benarkah?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.