Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/10/2022, 11:10 WIB
Wisnubrata

Editor

KOMPAS.com – Hutan pinus dan hawa sejuk khas Lembang menyambut para pesepeda yang tiba di Green Grass, Cikole.

Sebanyak 80 cyclist dan komunitas bikepacking dari area Bandung, Jakarta, dan Bekasi turut menempuh 50% medan urban dan 50% medan gravel dalam acara bernama Polygon Bikepackers 2022 ke-4.

Mereka menaklukkan tanjakan Cijengkol yang terkenal ekstrem dengan gradien tertinggi 26% dan elevasi 830 meter. Bikepackers Bandung kali ini juga berbeda dari sebelumnya dengan hadirnya sepeda urban adventure yang baru saja rilis yaitu Polygon Path X.

Di setiap kegiatan Bikepackers, Polygon selalu menggandeng outdoor enthusiast yang membagikan bagaimana berpetualang sekaligus menjaga bumi.

Kali ini Siska Nirmala, pendaki asal Bandung yang dikenal dengan campaign-nya selama lebih dari 10 tahun yaitu “Zero Waste Adventure” atau “Ekspedisi Tanpa Sampah”, berbagi soal bagaimana bikepacking tanpa meninggalkan sampah plastik.

“Yang saya suka dari acara Bikepackers ini adalah tak hanya mengenalkan kegiatan bersepeda sambil camping saja, tetapi juga mengenalkan (tentang) cara menjaga alam. Ternyata ketika melakukan bikepacking kita bisa saja merusak alam dan ekosistemnya. Tetapi tidak di Bikepackers ini,” papar Rudi, salah satu peserta Bikepackers.

“Melalui experience dan saling share semacam ini, saya merasa kita bisa semakin menghargai alam. Kita semua semakin memaknai bahwa surga itu juga ada di bawah kaki kita; yang kita pijak ini,” tutur Ilmi.

Kehangatan acara sharing session dilanjutkan dengan Adipati Bob yang berbagi pengalamannya saat touring mengelilingi pulau Jawa sejauh 3.000 km.

Mengusung tema riding sambil silaturahmi, bagi cyclist enthusiast yang akrab disapa Mas Bob, hal terpenting dalam bersepeda bukan mencapai titik finish dalam waktu tertentu, melainkan indahnya perjalanan dan keselamatan rider.

Single-Rope Technique: Tantangan Baru Dalam Bikepacking

Polygon Path X 4Polygon Polygon Path X 4
Bikepackers kali ini menghadirkan night orienteering yang berbeda dan menantang. Selain mengenai pengetahuan bersepeda, peserta juga ditantang untuk menguasai single-rope technique (SRT) yang merupakan salah satu teknik bertahan hidup pendakian.

“Ini adalah hal baru bagi saya yang sudah sering bikepacking. Harus naik-turun tali dengan cepat dan hati-hati. Ini salah satu checkpoint sekaligus pengalaman paling menarik saya selama mengikuti Bikepackers!” ucap Wildan.

“Bikepackers ini sebuah langkah berani dari Polygon untuk menjalin silaturahmi dengan para penggemar sepeda di berbagai kota di Indonesia,” tutur Gustar di akhir acara.

Diwarnai dengan peserta yang mencoba produk terbaru Polygon Path X, Bikepackers Bandung menjadi paket lengkap perayaan kaum urban dan adventure.

“Kami harap peserta dapat merasakan manfaat dari Bikepackers ini melalui indahnya pemandangan, sambil refreshing sejenak dari kesibukan kota, serta mendapat teman dan ilmu baru melalui event ini. Semoga ada banyak pengalaman dan inspirasi baru yang bisa didapatkan,” kata Ilmi.

Menengok sekilas Polygon Path X

Polygon Path XPolygon Polygon Path X
Sebetulnya, Bikepackers Bandung bukanlah kegitan pertama yang mencicipi first look Polygon Path X. Sebelumnya Polygon Path X sudah hadir terlebih dahulu saat Indofest di Jakarta Convention Center 1-4 September kemarin.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com