Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/10/2022, 15:36 WIB

KOMPAS.com - Seiring dengan bertambahnya usia, kerusakan molekuler terakumulasi dan berkontribusi pada perkembangan kelemahan terkait penuaan maupun penyakit serius.

Proses molekuler ini biasanya terjadi lebih intens pada sebagian orang daripada yang lain, sehingga menghasilkan kondisi yang umumnya disebut sebagai penuaan dini.

Untungnya, saat ini kita sudah bisa mendeteksi peningkatan laju penuaan sebelum konsekuensi yang ditimbulkannya terwujud dengan menggunakan model digital penuaan (aging clocks).

Model-model ini juga dapat digunakan untuk mendapatkan terapi anti penuaan pada tingkat individu dan kelompok yang lebih besar.

Baca juga: 6 Camilan yang Ampuh Hambat Penuaan Dini, Salah Satunya Telur Rebus

Nah, menurut riset terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Aging-US, terapi anti penuaan apa pun perlu berfokus pada kesehatan mental, seperti halnya kesehatan fisik seseorang.

Kolaborasi internasional yang dipimpin oleh Deep Longevity dengan para ilmuwan AS dan China mengukur efek kesepian, perasaan tidak bahagia, atau tidur gelisah, yang semua itu berdampak besar pada laju penuaan.

Ada pun aging clocks baru yang dilatih dan diverifikasi dengan data darah dan biometrik dari 11.914 orang dewasa di China ditampilkan dalam makalah ilmiah.

Ini adalah aging clocks pertama yang dilatih secara eksklusif pada kohort China dengan volume tersebut.

Baca juga: Pentingnya Blue Light Skincare untuk Cegah Penuaan Dini

Hasilnya, penuaan dini terdeteksi pada orang dengan riwayat stroke, penyakit hati dan paru-paru, perokok, dan yang paling menarik, orang dalam kondisi mental yang rentan.

Bahkan, perasaan tidak bahagia, putus asa, dan kesepian terbukti meningkatkan usia biologis seseorang lebih dari merokok.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.