"Saya pikir kanker payudara hanya ada satu. Saya terkejut ternyata banyak jenisnya dan subtipe berbeda tergantung sel kanker itu muncul."
"Bagi banyak orang yang saya ajak bicara, mereka merasa tubuh mengkhianati mereka. Tapi saya tidak pernah merasakan itu," kata dia.
Sebagai orang yang pragmatis, beruntung dia lantas menyiapkan spread sheet seputar kesehatan mentalnya dan bersiap untuk mengatasi kanker payudara yang dia alami.
Namun di satu titik dia sempat merasakan kesedihan dan teringat masa-masa remaja.
Sejauh ini Kelly kerap merasakan tidak bahagia dengan tubuhnya.
Baca juga: Manfaat Bawang untuk Cegah Kanker Payudara
Dia selalu ingin terlihat kurus dan teringat bahwa masa-masa SMA-nya dipenuhi dengan gaya hidup yang tidak sehat dan ingin terlihat heroin-chic.
Heroin chic merupakan suatu gaya populer di era 90-an yang ditandai dengan kulit pucat, mata panda, badan kurus dan rambut tampak tidak sehat, seperti ciri-ciri orang pemakai heroin atau obat-obatan lainnya.
"Butuh beberapa waktu untuk saya agar bisa memahami bahwa perjalanan ini tidak bisa diprediksi," kata dia.
Setelah teringat masa-masa itu, dia lalu ingin membentuk "hubungan baru" dengan tubuhnya dan menjalani beberapa pengobatan, termasuk masektomi yang membuat putingnya menghilang dari tubuhnya.
"Dan kemudian saya kehilangan segalanya. Kesehatan saya, rambut saya, berat badan bertambah, penggunaan obat-obatan dan steroid," papar Kelly.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.