Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Agung Setiyo Wibowo
Author

Konsultan, self-discovery coach, & trainer yang telah menulis 28 buku best seller. Cofounder & Chief Editor Kampusgw.com yang kerap kali menjadi pembicara pada beragam topik di kota-kota populer di Asia-Pasifik seperti Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, Manila, Bangkok, Dubai, dan New Delhi. Founder & Host The Grandsaint Show yang pernah masuk dalam Top 101 podcast kategori Self-Improvement di Apple Podcasts Indonesia versi Podstatus.com pada tahun 2021.

Mengapa Menulis Bisa Menyembuhkan dan Membahagiakan?

Kompas.com - 03/11/2022, 17:14 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BANYAK orang memiliki trauma, fobia, luka batin, dan berderet penyakit yang berhubungan dengan emosi. Sayangnya, tidak setiap orang mau dan mampu mengekspresikan atau melepaskannya.

Setelah sekian lama dipendam, semua itu akan "meledak" menjadi penyakit yang berdampak fatal, seperti jantung, ginjal, kanker, diabetes, paru-paru. Kabar baiknya, kita mampu mengatasi itu semuanya dengan cara yang mudah.

Salah satu caranya adalah melalui terapi menulis. Menulis (secara ekspresif) memang tidak hanya dapat membantu kita memproses apa yang telah kita lalui dan membantu kita saat kita membayangkan jalan ke depan. Namun, hal itu juga dapat menurunkan tekanan darah kita, memperkuat sistem kekebalan kita, dan meningkatkan kesejahteraan umum kita.

Baca juga: Menulis sebagai Ekspresi Keresahan, Kreativitas, dan Kritik

Menulis ekspresif dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi; meningkatkan tidur dan kinerja kita; dan memberi kita fokus dan kejelasan yang lebih besar.

Efek menulis sebagai alat untuk penyembuhan bukanlah pepesan kosong. Hal itu sudah dibuktikan para pakar.

James Pennebaker, psikolog sosial di University of Texas di Austin, AS, mempelajari dampak dari jenis tulisan tertentu pada kesehatan mental pada tahun 1986. Sejak itu, lebih dari 200 penelitian telah melaporkan bahwa “menulis  emosional” dapat meningkatkan kesehatan fisik dan emosional seseorang.

Dalam studi klasik, subyek yang menulis tentang pergolakan pribadi selama 15 menit sehari selama tiga atau empat hari, akan lebih jarang mengunjungi dokter untuk masalah kesehatan dan melaporkan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.

Menurut sebuah studi tahun 2019, intervensi menulis enam minggu meningkatkan ketahanan, dan mengurangi gejala depresi, stres yang dirasakan, dan perenungan di antara mereka yang melaporkan trauma pada tahun sebelumnya. Tiga puluh lima persen peserta yang memulai program dengan indikator kemungkinan depresi klinis mengakhiri program tidak lagi memenuhi kriteria ini.

Mengapa intervensi menulis berhasil? Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi bahwa menulis tentang pengalaman negatif memiliki efek positif, beberapa orang berpendapat bahwa menceritakan kisah negatif masa lalu atau kecemasan yang sedang berlangsung "membebaskan" sumber daya kognitif.

Penelitian menunjukkan, trauma merusak jaringan otak. Namun ketika orang menerjemahkan pengalaman emosional mereka ke dalam kata-kata, mereka mungkin mengubah cara mengaturnya di otak.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.