Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/11/2022, 09:37 WIB
Sekar Langit Nariswari

Penulis

KOMPAS.com - Riset terbaru menyatakan jika lebih dari satu miliar anak muda berisiko mengalami gangguan pendengaran

Penyebabnya adalah kebiasaan penggunaan headphone, earphone, dan earbud, serta menghadiri lokasi dengan musik yang nyaring.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Global Health ini memperkirakan 24 persen anak muda berusia 12-34 tahun mendengarkan musik pada perangkat pendengaran pribadi pada "tingkat yang tidak aman".

"Kejadian mendengarkan yang tidak aman berulang atau bahkan tunggal dapat menyebabkan kerusakan fisiologis pada sistem pendengaran, menghadirkan tinnitus sementara atau permanen dan/atau perubahan pendengaran," kata para peneliti.

Baca juga: Mendengarkan Musik Heavy Metal Bikin Pilihan Makanan Tidak Sehat?

Kerusakan bisa bertambah selama perjalanan hidup dan paparan kebisingan di awal kehidupan membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan pendengaran seiring usia.

Para peneliti, yang dipimpin oleh para akademisi di University of South Carolina di AS, memeriksa penelitian sebelumnya tentang perangkat mendengarkan pribadi dan tempat musik keras yang berlangsung antara tahun 2000 dan 2021.

Tiga puluh tiga penelitian yang melibatkan lebih dari 19.000 orang dimasukkan dalam analisis.

Para penulis memperkirakan bahwa 23 persen orang dewasa yang diteliti dan 27 persen anak di bawah umur terpapar kebisingan yang berlebihan dari perangkat pendengaran pribadi.

Diproyeksikan pula jika 48 persen dari orang berusia 12-34 tahun di seluruh dunia terpapar kebisingan yang berlebihan di tempat-tempat musik yang keras seperti klub atau bar.

Baca juga: Gangguan Pendengaran Bisa Bikin Anak Telat Bicara, Kenali Tanda-tandanya

Berdasarkan angka-angka ini, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah remaja dan dewasa muda secara global yang berisiko kehilangan pendengaran berkisar antara 0,67-1,35 miliar.

Penelitian ini memang tidak memperhitungkan faktor demografis atau perubahan kebijakan terkait di beberapa negara.

Namun paparan musik yang terlalu keras, baik di lokasi tertentu maupun perangkat pendengaran pribadi, bisa memicu risiko kesehatan.

Kebiasaan mendengarkan musik keras-keras dalam waktu lama menggunakan headphone ternyata merupakan salah satu kebiasaan yang merusak otak.UNSPLASH/BRUCE MARS Kebiasaan mendengarkan musik keras-keras dalam waktu lama menggunakan headphone ternyata merupakan salah satu kebiasaan yang merusak otak.
“Praktik mendengarkan yang tidak aman sangat lazim di seluruh dunia dan dapat menempatkan lebih dari 1 miliar anak muda pada risiko gangguan pendengaran," para peneliti menyimpulkan.

“Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk menerapkan kebijakan yang berfokus pada kebiasaan mendengarkan yang aman di seluruh dunia untuk mempromosikan pencegahan gangguan pendengaran.”

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 430 juta orang dari segala usia di seluruh dunia saat ini memiliki gangguan pendengaran yang melumpuhkan.

Baca juga: 7 Keuntungan Punya Hobi Mendengarkan Musik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com