Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/11/2022, 10:14 WIB

KOMPAS.com - Setiap orangtua tentunya berharap yang terbaik untuk anaknya supaya si buah hati menjadi orang yang sukses di masa depan.

Namun, apabila pola pengasuhan terlalu kaku dan ketat, kemungkinan orangtua tersebut menerapkan helicopter parenting dalam membesarkan anak.

Dikutip dari laman Parents, helicopter parenting mengacu pada pola pengasuhan orangtua yang terlalu fokus pada anak.

Baca juga: 5 Pelajaran dari Konsep Helicopter Parenting

Istilah ini pertama kali digunakan dalam buku Dr. Haim Ginott pada tahun 1969 berjudul Between Parent & Teenager.

Contoh helicopter parenting

Bagi anak yang dibesarkan dengan helicopter parenting, mereka menilai orangtuanya "seakan-akan terbang seperti helikopter".

Itu artinya orangtua benar-benar mengawasi segala aspek dalam kehidupan anak dan memberikan larangan-larangan yang sifatnya mengekang.

Menurut psikolog Ann Dunnewold, Ph.D, pola pengasuhan yang demikian sudah berlebihan karena terlalu mengontrol anak.

Orangtua yang menerapkan helicopter parenting dapat diketahui dari beberapa tanda, bahkan ketika buah hatinya masih berusia belia.

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Dampak Helicopter Parenting terhadap Anak

Saat anak masih balita, orangtua akan mendampinginya ketika bermain bahkan tidak memberinya waktu untuk sendirian.

Sementara orangtua yang anaknya sudah duduk di bangku sekolah dasar akan berusaha memastikan guru yang mengajar buah hatinya adalah orang yang baik.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber Parents


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.