Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/11/2022, 05:17 WIB
Gading Perkasa,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber Guardian

KOMPAS.com - Akupuntur menjadi salah satu metode terapi yang dapat dilakukan untuk menunjang keberhasilan program kehamilan.

Akupuntur merupakan teknik kesehatan yang berasal dari praktik pengobatan tradisional China, dengan memasukkan jarum tipis ke area tertentu untuk tujuan terapeutik atau pencegahan penyakit.

Baca juga: Akupuntur Bisa Mengatasi Diabetes, Bagaimana Caranya?

Kini, analisis data terbaru menemukan, akupunktur dapat meredakan nyeri punggung bawah atau panggul yang sering dialami wanita hamil secara signifikan.

Akupuntur memperbaiki rasa sakit pada ibu hamil

Analisis meta yang dimuat dalam jurnal BMJ Open menyebutkan, tidak ada efek samping pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang memilih prosedur akupuntur.

"Akupunktur secara signifikan memperbaiki rasa sakit, status fungsional, dan kualitas hidup wanita dengan nyeri panggul selama kehamilan," demikian keterangan para peneliti.

Baca juga: Akupuntur Wajah, Tren Kecantikan Kulit yang Bikin Awet Muda

"Selain itu, akupuntur tidak memiliki pengaruh buruk yang parah pada bayi baru lahir."

Menurut peneliti, dibutuhkan uji coba terkontrol secara acak dalam skala yang lebih besar untuk mengonfirmasi temuan tersebut.

Belum diketahui bagaimana akupuntur dapat meredakan rasa nyeri panggul.

Para peneliti menduga pelepasan senyawa endorfin yang memicu rasa bahagia, ditambah peningkatan aliran darah ke kulit dan otot turut berperan.

Namun, apakah senyawa endorfin bisa meredakan nyeri punggung bawah yang melemahkan atau nyeri panggul yang dialami oleh 9 dari 10 wanita selama kehamilan masih diperdebatkan.

Studi melibatkan lebih dari 1.000 peserta

Tim peneliti di China mengumpulkan data studi dari seluruh dunia untuk uji klinis yang memantau pereda nyeri yang diberikan kepada wanita hamil yang menjalani akupunktur, sendiri atau ketika dikombinasikan bersama terapi lain.

Peneliti juga melihat dampak potensial pada bayi peserta yang baru lahir.

Analisis akhir termasuk 10 uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan lebih dari 1.000 wanita.

Masing-masing studi diterbitkan antara tahun 2000-2020, dan dilakukan di negara-negara berbeda seperti Swedia, Inggris, AS, Spanyol, dan Brasil.

Baca juga: 17 Manfaat Kesehatan Akupuntur, Bisa Atasi Sulit Tidur hingga Migrain

Para calon ibu yang rata-rata memiliki masa kehamilan antara 17-30 minggu dalam kondisi sehat, dan mengalami nyeri punggung bawah atau panggul, atau keduanya.

Terapi akupuntur ditangani oleh ahli akupuntur terlatih, fisioterapis, atau bidan.

Analisis data yang dikumpulkan dari hasil uji coba untuk sembilan studi menunjukkan, akupunktur menghilangkan rasa sakit selama kehamilan.

Kemudian, empat studi yang melaporkan potensi akupunktur untuk memulihkan fungsi fisik menemukan adanya perbaikan fisik secara signifikan.

Adapun lima studi yang mengungkap, akupuntur meningkatkan kualitas hidup peserta. Analisis data gabungan juga menunjukkan akupunktur merupakan terapi yang aman.

Tujuh studi mencatat efek samping kecil pada calon ibu yang menjalani akupuntur, seperti rasa sakit, nyeri dan pendarahan di tempat jarum suntik, dan mengantuk.

Namun demikian, peserta menilai akupunktur baik bagi mereka, dan sebagian besar peserta bersedia mengulangi terapi tersebut jika diperlukan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com