Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pentingnya Asupan Nutrisi bagi Ibu Hamil dan Janin

Kompas.com - 13/12/2022, 06:00 WIB
Anya Dellanita,
Wisnubrata

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Saat hamil, bukan hanya mengecek kandungan secara rutin yang dibutuhkan, tapi juga menjaga agar nutrisi ibu tetap terpenuhi.

Pasalnya, bila nutrisi tidak terpenuhi, bukan hanya ibu yang akan merasakan dampaknya tapi juga bayi dalam kandungannya.

“Status nutrisi ibu sangat berperan penting, karena pada saat hamil, nutrisi amat penting bagi janin yang sedang mengalami pertumbuhan pesat. Kalau misalnya sampai terjadi malnutrisi pada ibu hamil, apa bisa mempengaruhi ibu? Ataui bisa mempengaruhi janin? Ternyata bisa keduanya,” ujar spesialis obgyn dari RSIA Brawijaya Saharjo, dr Dinda Derdameisya SpOG pada webinar Dietela Maternal Class pada Jumat (9/12/2022) lalu.

Baca juga: Kenapa Ibu Hamil Sering Merasa Lemas?

Adapun soal dampak negatif malnutrisi pada ibu hamil menurut dr. Dinda adalah sebagai berikut.

Dampak terhadap ibu

  • Meningkatnya risiko komplikasi kehamilan dan kematian
  • Meningkatnya risiko infeksi, karena daya tahan tubuh berkurang
  • Anemia karena zat besi kurang. Karena bayi itu makan zat besi ibu. Jadi jika ibu tidak punya cadangan zat besi yang baik, maka akan terjadi anemia, terutama jika masuk ke trimester tiga.
  • Mudah lelah, lemah, produktivitas menurun

Dampak terhadap janin

  • Meningkatkan risiko kematian janin
  • Janin tumbuh terhambat, berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur karena nutrisi tidak sampai ke bayi.
  • Cacat bawaan Iahir, misalnya penyakit bawaan mental, penyakit separti autisme,
  • Kretinisme atau kelainan hormonal, mental, dan fisik pada anak
  • Gangguan perkembangan otak
  • Meningkatnya risiko infeksi
  • Speech delay (terlambat bicara) akibat kekurangan zinc atau seng.

Untuk itu, dr. Dinda mewanti-wanti agar ibu hamil memperhatikan asupan makronutrien dan mikronutrien dari makanan dan suplemen yang dikonsumsi.

Makronutrien adalah gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar, seperti karbohidrat dan protein.

Lalu, mikronutrien berarti zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, berfungsi untuk memproduksi enzim, hormon, dan zat lain yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Mikronutrien ini pula yang sering tidak terpenuhi asupannya meski telah makan makanan yang cukup. Karena itu, dr. Dinda menyarankan agar ibu hamil mengonsumsi suplemen tertentu.

Baca juga: 3 Faktor yang Bikin Ibu Hamil Jadi Pelupa, Sudah Tahu?

Dokter Dinda pun menambahkan, remaja dan ibu hamil di Indonesia sering mengalami defisiensi (kekurangan) beberapa mikronutrien yang penting bagi kehamilan, yang kemungkinan disebabkan karena pola makan.

Misalnya, terlalu banyak konsumsi karbohidrat atau daging.

Berikut beberapa mikronutrien tersebut

  • Zat besi

Zat besi penting dalam transportasi oksigen oleh sel darah merah, produksi energi, pertumbuhan dan perkambangan, serta untuk metabolisme.

Untuk menurunkan risiko anemia dan bayi dengan berat lahir rendah, FIGO merekomendasikan agar ibu hamil mengonsumsi 60mg zat besi per harinya.

Konsumsi zat besi dari makanan dan suplemen vitamin ini harus dimulai saat kehamilan minggu pertama, dilanjutkan selama kehamilan dan selama tiga bulan setelah melahirkan.

  • Asam folat

Bagi ibu hamil, asam folat sangat penting untuk mencegah anemia dan berguna untuk memelihara fungsi kardiovaskular (jantung) serta kognitif.

Selain itu, proses perkembangan embrio pada awal kehamilan pun dipengaruhi oleh asam folat.

Asam folat ini bisa didapatkan dari buah dan sayuran, seperti alpukat, jeruk, pepaya, brokoli, kembang kol.

Kacang-kacangan pun bisa dikonsumsi.

  • Vitamin A

Kelebihan dan kekurangan vitamin A dapat berkontribusi dalam perkembangan fisik janin yang normal.

Kekurangan vitamin A selama kehamilan berhubungan dengan rabun senja pada ibu dan risiko kehamilan prematur.

Untuk mendapatkan vitamin A, ibu hamil bisa mengonsumsi buah seperti stroberi, apel, dan semangka.

  • Vitamin B12

Vitamin B12 dibutuhkan pada awal kehamilan untuk melindungi janin dari cacat selubung saraf, seperti tidak terbentuknya kepala.

Vitamin ini bisa didapatkan dari suplemen dan makanan seperti ikan, telur, daging merah, daging ayam, dan produk susu serta turunannya.

  • Vitamin D

Defisiensi vitamin D pada ibu hamil selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit rickets (kelainan tulang) pada anak.

Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari.

  • Kalsium

Suplementasi kalsium selama kehamilan berfungsi menurunkan risiko hipertensi.

WHO merekomendasikan agar ibu hamil mengonsumsi 1,5 hingga dua gram kalsium setiap harinya, dan membagi total asupan kalsium itu ke dalam tiga dosis.

Lalu, konsumsi kalsium mulai dari masa kehamilan memasuki 20 minggu hingga akhir kehamilan.

  • Yodium

Yodium merupakan mineral yang penting untuk fungsi tiroid ibu dan janin serta berperan dalam perkembangan neurologis janin.

Hipotiroidisme dapat terjadi pada ibu hamil yang memiliki kadar yodium rendah, sementara anak yang kekurangan yodium dapat mengalami kretinisme atau pertumbuhan fisik dan mental yang terhambat.

Yodium bisa didapatkan dari garam beryodium, suplemen, susu, ikan, dan buah seperti stroberi.

 Baca juga: Ibu Hamil Wajib Waspadai Junk Food, Picu Alergi pada Janin

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com