Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Diet Mediterania Efektif Kurangi Risiko Demensia?

Kompas.com - 21/12/2022, 10:26 WIB
Gading Perkasa,
Sekar Langit Nariswari

Tim Redaksi

Sumber Eat This

KOMPAS.com - Diet Mediterania disebut-sebut sebagai salah satu pola makan terbaik dan menyehatkan.

Menurut beberapa studi terdahulu, diet yang berfokus pada sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan dan lemak sehat ini mampu mencegah demensia.

Akan tetapi, bukti terbaru yang dimuat dalam jurnal Neurology memberikan hasil yang bertentangan.

Baca juga: Panduan Menu Harian Diet Mediterania, Diklaim Paling Sehat di Dunia

Tidak ada kaitan antara diet Mediterania dengan penurunan risiko demensia

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Lund University, Swedia melibatkan 28.025 peserta yang rata-rata berusia 58,1 tahun.

Pada awal studi, para peserta tidak memiliki masalah demensia.

Selama 20 tahun, mereka diminta menjawab kuesioner dan pertanyaan wawancara, serta mencatat kebiasaan makannya.

Para peneliti juga melihat apakah diet peserta memenuhi persyaratan diet Mediterania atau tidak.

Baca juga: Hubungan antara Waktu Tidur dan Demensia

Di akhir periode studi 20 tahun, peneliti mencatat sebanyak 1.943 peserta (6,9 persen) didiagnosis menderita penyakit demensia (di antaranya alzheimer dan demensia vaskular).

Peneliti membandingkan pola makan peserta dengan diagnosis dan mempertimbangkan berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.

Namun, mereka gagal menemukan hubungan antara diet Mediterania dan penurunan risiko demensia.

Penjelasan ilmiah

"Studi kami tidak mengesampingkan kemungkinan hubungan antara diet dan demensia," papar Dr Isabelle Glans penulis studi dan mahasiswa doktoral di Lund University.

"Tetapi kami tidak menemukan hubungan itu dalam studi kami, yang memiliki masa tindak lanjut panjang, melibatkan peserta yang lebih muda dibandingkan beberapa studi lain, dan tidak meminta peserta untuk mengingat apa yang mereka makan."

Dokter medis Leann Poston, MD, MBA, MEd di TeleMDNow menjelaskan keunggulan studi ini dibandingkan banyak studi sebelumnya.

"Salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah peserta mencatat apa yang mereka makan, bukan mencoba mengingatnya," tutur Poston.

Ilustrasi demensia, apa itu demensia, penyebab demensiaShutterstock/Motortion Films Ilustrasi demensia, apa itu demensia, penyebab demensia
"Sulit untuk mengingat apa yang kita makan di masa lalu, terutama ukuran porsi, dan kita mungkin secara alami mengingat makanan sehat yang kita makan lebih banyak daripada makanan tidak sehat."

Menurut Poston, para peneliti memantau peserta selama 20 tahun untuk mencari kaitan antara diet Mediterania dengan demensia, namun hasilnya tidak ditemukan.

Baca juga: Diet Mediterania Vs Diet Rendah Lemak, Mana Lebih Baik untuk Jantung?

"Bagi saya, hasil ini tidak mengejutkan karena sebagian besar diet menyediakan nutrisi dasar yang dibutuhkan untuk metabolisme otak."

"Pilih diet makanan utuh yang sarat buah-buahan dan sayuran, sumber lemak dan protein yang sehat, dan kaya karbohidrat kompleks. Hindari makanan olahan," saran Poston.

Diet Mediterania tetap bermanfaat mengurangi risiko penyakit lain

Terlepas dari hasil studi yang tidak menemukan kaitan antara diet Mediterania dan risiko demensia, Poston menekankan pentingnya melihat manfaat dari diet tersebut.

"Diet Mediterania memiliki manfaat untuk kardiovaskular dan bisa mengurangi risiko obesitas," imbuhnya.

Temuan tahun 2021 yang diterbitkan dalam Journal of Internal Medicine menemukan, diet Mediterania juga dikaitkan dengan risiko penurunan kognitif terkait usia dan gangguan neurodegeneratif yang lebih rendah.

"Tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan obesitas adalah penyakit kronis yang dipengaruhi pola makan yang juga dapat meningkatkan risiko demensia," jelas Poston.

Baca juga: Mengapa Diet Mediterania Bisa Amat Populer?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com