Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 10/01/2023, 09:52 WIB

KOMPAS.com - Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Ferry Irawan terhadap Venna Melinda menghebohkan publik.

Pasalnya, pasangan artis senior ini kerap pamer kemesraan setelah menikah pada Maret 2022 lalu, bak remaja yang dimabuk asmara.

Namun Venna kemudian melapor ke kepolisian atas tindak KDRT setelah hidungnya berdarah dihantam kepala suaminya itu.

Baca juga: Kondisi Venna Melinda Usai Laporan KDRT, Dirawat di Rumah Sakit

Mantan anggota DPRD itu telah menjalani visum dan kini dirawat di rumah sakit sementara polisi masih terus mengusut kasusnya.

Ciri-ciri pasangan yang bakal melakukan KDRT

Kabar soal KDRT yang dialami Venna Melinda tentunya langsung menuai simpati netizen.

Ada juga yang menilai kejadian tersebut sudah bisa diprediksi karena, kabar yang beredar, Ferry Irawan pernah terjerat kasus serupa dengan istri sebelumnya.

Venna dianggap bisa mempertimbangkan hal tersebut sebelum menikahinya.

Baca juga: Kenali Kecenderungan Pasangan KDRT Sejak Pacaran

Sayangnya, sulit mengenali red flag dari seseorang ketika sedang teramat jatuh cinta dengannya.

Judy Ho, Ph.D., seorang neuropsikolog klinis asal Taiwan mengatakan sebenarnya ada tanda-tanda peringatan non-kekerasan yang cenderung diabaikan sampai akhirnya terlambat.

“Kami menyebutnya pink flags,” katanya, dikutip dari Good Housekeeping.

"Tanda-tandanya lebih halus dan mungkin tampak sedikit tidak mencurigakan pada awalnya, tetapi benar-benar cara pelaku untuk mengisolasi dan menanamkan rasa takut sehingga seseorang merasa tidak punya tempat untuk meminta bantuan."

Beberapa ciri-ciri pelaku KDRT yang bisa dikenali sejak dini, misalnya:

Kepribadian ganda

“Ketika ada eskalasi kekerasan fisik, awalnya sering terasa seperti kisah dongeng,” kata Dr. Ho.

Awalnya, pasangan akan menghujani dengan cinta, kasih sayang, perhatian dan hadiah berlebihan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ferry Irawan (@ferryirawanreal)

Lalu mereka mulai bersikap menuntut sehingga menjadi orang yang sangat berbeda.

Sikapnya juga sangat manis di depan orang lain, yang berkebalikan dengan perilakunya saat hanya berdua.

Baca juga: Sikap Romantis Berlebihan Kerap Jadi Pola Perilaku Pelaku KDRT

“Mereka sering terlihat memesona di sekitar orang lain dengan tujuan membuat orang berpikir bahwa mereka adalah orang yang hebat,” kata Jaime Zuckerman, Psy.D, seorang psikolog klinis berlisensi di Pennsylvania.

Manipulasi

Ciri-ciri pelaku KDRT ini kerap muncul, biasanya bertujuan membuat korban berpikir dirinya adalah sumber masalahnya.

"Mereka mengatakan hal-hal seperti 'itu karena aku sangat mencintaimu, inilah mengapa kamu membuatku melakukan ini,' untuk membuatmu merasa ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi," terang Dr. Ho.

Mereka melakukan gaslighting untuk membuat narasi palsu dan mempertanyakan pengalaman maupun perasaan kita sendiri.

Baca juga: 7 Tahapan Gaslighting dalam Hubungan Percintaan, Awas Jadi Korban

Isolasi

Gejala dini adanya KDRT adalah pasangan yang cenderung mengisolasi seseorang dari sistem pendukungnya dengan membatasi atau memutuskan kontak.

Mereka tidak suka kita bergaul dengan keluarga, sahabat atau orang lain dalam bentuk apa pun.

"Mereka mungkin juga mencoba meyakinkan bahwa orang yang Anda cintai tidak memikirkan yang terbaik untuk Anda sehingga Anda merasa seperti pasangan adalah satu-satunya yang mencintai Anda dan mendukung Anda," tambah Dr. Ho.

Baca juga: 4 Fase KDRT yang Membuat Korbannya Sulit Melepaskan Diri

Berbagi segalanya

Venna Melinda dan Ferry Irawan saat ditemui di kediaman mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2022).KOMPAS.com/VINCENTIUS MARIO Venna Melinda dan Ferry Irawan saat ditemui di kediaman mereka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2022).

Indikasi KDRT juga terlihat jika pasangan menuntut kita untuk berbagi segalanya termasuk telepon, password akun media sosial, kunci rumah, hingga rekening.

Perilaku ini menjadi cara mereka untuk mengendalikan kita sehingga menghilangkan rasa kemandirian, otonomi, dan kebebasan.

"Mereka mungkin membingkainya sebagai 'kenyamanan' atau untuk alasan 'keuangan', tetapi itu benar-benar kendali," kata Dr. Ho.

Mereka mencari kesempatan untuk bisa mengotrol kita, apa pun yang dilakukan.

Semakin mencurigakan jika pasangan membatasi cara kita membelanjakan uang sendiri, menginterogasi setiap aktivitas atau menuntut harus berbagi password semua media sosial maupun gadget.

Cemburuan dan suka mengontrol

Perilaku ini termasuk mengontrol aspek kesehatan dan tubuh kita, berkomentar tentang apa yang kita makan, seberapa banyak kita berolahraga atau kecurigaan atas kesetiaan kita.

“Ini semua adalah upaya untuk mengendalikan lingkup pengaruh Anda dan bagaimana perasaan Anda tentang diri Anda sendiri," tambah Dr. Ho.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Rasa Cemburu

Melakukan kekerasan pada hewan

Pasangan yang tidak sungkan melakukan kekerasan pada hewan bisa menjadi indikasi dini KDRT.

Mereka tak ragu bersikap abusif terhadap hewan yang tidak bersalah termasuk berteriak pada kucing yang mencuri makanannya atau menendang anjing yang menggonggong.

"Ketahuilah bahwa reaksi seperti itu tidak normal, dan itu bisa menandakan potensi mereka untuk juga melakukan kekerasan terhadap Anda," pesan Dr. Zuckerman.

Baca juga: Kisah Andien Lepas dari Hubungan Penuh Kekerasan berkat Nasihat Ibu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com