Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/01/2023, 11:41 WIB
Anya Dellanita,
Wisnubrata

Tim Redaksi

Sumber Healthline

KOMPAS.com - Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang umum dialami siapa saja dan dapat mempengaruhi perasaan serta pikiran seseorang secara negatif.

Tak jarang, depresi pun membuat seseorang tidak lagi tertarik pada apapun dan merasakan sedih terus menerus.

Namun untungnya, jika depresi belum terlalu parah, teh herbal mungkin dapat membantu meningkatkan mood dan melawan gejala fisik dari depresi karena efek menenangkannya.

Dikutip dari Healthline, manfat teh herbal untuk depresi itu pun telah dibuktikan oleh beberapa studi.

Misalnya saja, sebuah meta analisis yang dilakukan oleh tim peneliti dari Huazhong University of Science and Technology, Wuhan, China pada 2015, yang menemukan bahwa ada korelasi antara konsumsi teh dan menurunnya risiko depresi.

Adapun manfaat meminum teh herbal sendiri adalah:

  • menurunkan stres dan kecemasan
  • mengurangi gejala insomnia
  • Memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan
  • meningkatkan suasana hati dan membantu relaksasi

Karena itulah, meminum teh herbal diyakini dapat membantu meringankan gejala depresi ringan.

Namun perlu diingat, depresi merupakan masalah kesehatan mental serius. Jika depresi mengganggu kehidupan sehari-hari kita, segera hubungi dokter.

Baca juga: Merasa Stres? Konsumsi 10 Jenis Teh Herbal ini

Teh herbal untuk mengatasi depresi

Lalu untuk mengetahui apa saja teh herbal yang dapat digunakan untuk mengurangi gejala depresi, berikut daftarnya.

Teh chamomile adalah salah satu pilihan teh herbal untuk batuk lainnya. Ini sangat baik untuk melawan nyeri tenggorokan dan peradangan, terutama jika kita berkumur dengannya.SHUTTERSTOCK Teh chamomile adalah salah satu pilihan teh herbal untuk batuk lainnya. Ini sangat baik untuk melawan nyeri tenggorokan dan peradangan, terutama jika kita berkumur dengannya.
Teh chamomile untuk mengurangi rasa kecemasan

Chamomile umumnya digunakan sebagai obat herbal untuk kecemasan dan gangguan tidur akibat kecemasan.

The satu ini dikenal karena aromanya yang menenangkan, membuatnya menjadi salah satu teh terpopuler di pasaran.

Sebuah studi yang diterbitkan di PubMed Central pada 2016 pun menyebutkan bahwa pasien penderita generalized anxiety disorder (GAD) menunjukkan penurunan gejala setelah diberikan teh chamomile.

Tentu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait hal ini. Namun, studi ini sudah bisa membuktikan adanya korelasi antara chamomile dan berkurangnya stres.

Teh St. John’s wort untuk masalah tidur

St. John’s wort adalah tanaman obat yang telah lama digunakan untuk mengatasi depresi, kecemasan, dan masalah tidur, meski belum jelas apakah St. John’s wort benar-benar membantu bagi penderita depresi.

Pasalnya, meski sebuah ulasan yang dilakukan pada tahun 2008 menemukan bahwa St. John’s wort sama efektifnya dengan anti depresan untuk depresi, studi lain yang dilakukan pada 2011 menemukan bahwa tidak ada efek signifikan yang ditimbulkan St. John’s wort.

Teh lemon balm untuk memperbaiki mood

Dengan rasa jeruk citrus segar dan sedikit lemon, teh lemon adalah minuman yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah berikut:

  • Sulit tidur
  • Kecemasan
  • Depresi

Herba beraroma lemon ini pun sebenarnya berasal dari keluarga yang sama dengan mint dan awalnya tumbuh di Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat, meski kini bisa tumbuh di berbagai penjuru dunia.

Selain manfaat di atas, lemon balm biasanya digunakan untuk memperbaiki mood dan meningkatkan fungsi kognitif karena memberi efek menenangkan dan cocok diminum sebelum tidur.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada tahun 2014 juga menemukan bahwa partisipan yang meminum es teh dengan lemon balm atau memakan yogurt dengan lemon balm, menunjukkan efek positif pada mood dan pengurangan kadar kecemasannya.

Baca juga: 5 Teh Herbal yang Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur

Teh herbal dari bunga mawar.Unsplash/Marco Secchi Teh herbal dari bunga mawar.
Teh hijau untuk berbagai manfaat kesehatan

Teh hijau kaya akan antioksidan yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti:

  • Meningkatkan fungsi otak
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Melindungi tubuh dari kanker

Selain itu, teh hijau juga kaya akan kafein dan L-theanine, asam amino yang dapat mengurangi kecemasan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Tohoku University Graduate School of Biomedical Engineering Jepang pun menemukan bahwa para partisipan yang berusia 70 tahun ke atas menemukan bahwa gejala depresi menurun seiring dengan meningkatnya konsumsi teh hijau.

Lalu sebuah studi pada hewan yang dilakukan pada 2013 juga menemukan bahwa konsumsi teh hijau meningkatkan dopamin dan serotonin, yang dapat mengurangi gejala depresi.

Teh ashwagandha untuk efek menenangkan

Ashwagandha adalah ramuan obat kuno yang diklasifikasikan sebagai adaptogen, yang berarti dapat membantu tubuh mengelola stres.

Ramuan Ayurveda tradisional ini dikenal karena khasiatnya dan telah digunakan selama berabad-abad. Berikut daftar manfaatnya:

  • meningkatkan fungsi otak
  • menurunkan kadar gula darah dan kortisol
  • membantu mengatasi gejala kecemasan dan depresi

Berbagai studi pun teleh membuktikan manfaat teh ini terhadap gejala kecemasan. Termasuk dua studi yang diterbitkan di PubMed Central pada 2012 dan 2019.

Teh herbal lainnya

Meski saat ini belum ada penelitian klinis untuik mendukung klaim manfaatnya, ada beberapa teh herbal lain yang diyakini bermanfaat bagi mereka yang menderita depresi:

  • Teh peppermint
  • Teh passionflower
  • Teh mawar

Tentu, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengonfirmasi manfaatnya.

Baca juga: 5 Teh Herbal Terbaik untuk Meredakan Kecemasan dan Stres

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Healthline


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com