Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/01/2023, 19:03 WIB
Dinno Baskoro,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Sumber Medium

KOMPAS.com - Amarah yang terpendam dapat mengakibatkan kerugian pada segi fisik maupun mental seseorang.

Seseorang yang cenderung mengalami hal ini sepertinya perlu self healing untuk mengendalikan kondisi tersebut.

Pasalnya, amarah terpendam itu dapat bermanifestasi menjadi rasa frustasi, kecemasan berlebihan, kemarahan yang meledak-ledak sampai mengganggu suasana hati.

Baca juga: Amarah Terpendam Bikin Will Smith Lepas Kontrol di Malam Oscar

Cara self healing untuk kendalikan amarah terpendam

Kesehatan mental bisa dijaga dengan self love, self care, self reward dan self healing.Unsplash/Miguel Bruna Kesehatan mental bisa dijaga dengan self love, self care, self reward dan self healing.

Amarah terpendam biasanya diakibatkan oleh emosi yang tidak dapat terluapkan dengan baik.

Akibatnya, perasaan ini tersimpan dan terus menumpuk di alam bawah sadar seseorang.

Terkadang emosi itu dapat meledak menjadi kemarahan besar atau tindakan agresi.

Sayangnya, semakin kita melawan rasa marah, maka kita semakin merasa menderita.

Itu karena kita sedang berjuang melawan emosi dari dalam atau sedang menghadapi diri sendiri. 

Maka, cara terbaik untuk memulihkannya adalah dengan melakukan self healing.

Berikut cara mengelola amarah terpendam.

1. Memahami dampak dari kemarahan terpendam

Sebagian besar dari kita tidak menyadari bahwa ada dampak akibat kemarahan yang terus dipendam itu bisa merugikan diri sendiri, dan juga orang lain.

Bagi orang lain, dampak kemarahan terpendam yang adalah kebencian, permusuhan, iri hati, bersikap kasar, dendam, sinisme, penghinaan, keras kepala, tindak kekerasan, tindak kriminal, jadi pendiam tiba-tiba, sampai frustasi.

Sedangkan manifestasi amarah yang dirasakan dari dalam diri mencakup merasa tidak layak, menyalahkan diri sendiri, stres hingga depresi.

Dengan mengetahui dampak dari kemarahan ini, paling tidak hal itu bisa membuat kita tersadar bahwa tidak ada dampak positif bila marah itu cuma dipendam. 

2. Mengungkapkan emosi yang dirasakan

Mengungkapkan emosi yang dirasakan bukan berarti melampiaskannya kepada orang lain.

Tapi dengan mengungkapkannya dari dalam diri untuk dirasakan. 

Sebagai langkah self healing untuk mengelola kemarahan, sebaiknya kita perlu merasakan kemarahan yang muncul.

Caranya ketika marah itu mulai muncul, tutup mata dan melakukan latihan pernapaan.

Rasakan di setiap bagian tubuh mana yang merasa sakit, tegang atau terasa berat.

Kemudian tanyakan pada diri sendiri beberapa hal sebagai berikut.

Halaman:
Sumber Medium
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com