Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 20:00 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

• Nyeri saat penetrasi vagina

• Nyeri punggung bagian bawah

• Sembelit

• Keputihan

Baik polip maupun fibroid dapat menyebabkan masalah pada siklus haid.

Kita mungkin mengalami haid yang lebih sering (termasuk dua kali dalam satu bulan), haid yang lebih lama dan lebih berat, serta perdarahan di antara haid.

Penanganan polip dan fibroid berkisar dari penanganan gejala dan terapi hormonal hingga operasi pengangkatan pertumbuhannya.

Pada kasus yang lebih serius, penderita perlu menjalani histerektomi.

Pertumbuhan rahim juga dapat memengaruhi kesuburan dan bahkan dapat menyebabkan keguguran.

8. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul (PID) adalah penyakit menular.

Penyakit ini terjadi ketika bakteri vagina normal atau infeksi menular seksual (IMS) — terutama klamidia dan gonore — berpindah dari vagina ke rahim, saluran tuba, atau ovarium.

Risiko PID lebih tinggi bila:

• Kita sedang dalam siklus haid

• Leher rahim terbuka karena baru saja melahirkan, keguguran, aborsi, atau pemasangan IUD

• PID dapat menyebabkan siklus haid yang tidak teratur, termasuk dua kali menstruasi dalam satu bulan, atau flek dan kram di antara haid

Gejala-gejala lain dari PID meliputi:

• Nyeri pada perut bagian bawah

• Keputihan berwarna kuning atau hijau dengan bau yang aneh

• Demam atau menggigil

• Mual dan muntah

• Rasa terbakar saat buang air kecil

• Nyeri saat penetrasi vagina

Serangan PID yang berulang dapat menyebabkan jaringan parut pada tuba falopi, nyeri panggul kronis, kehamilan ektopik, dan kemandulan.

Baca juga: Keluar Air Mata Darah Saat Haid, Apa Penyebabnya?

9. Kanker

Memang tidak sesering alasan lainnya, tetapi perubahan siklus haid (termasuk dua periode dalam satu bulan) terkadang dapat menjadi tanda kanker.

Kanker pada organ reproduksi, termasuk rahim, leher rahim, dan indung telur, dapat mengubah hormon dan siklus haid kita.

Kanker rahim bisa menyebabkan kita mengalami siklus haid yang lebih sering.

Kanker serviks dan ovarium juga lebih sering dikaitkan dengan siklus haid yang panjang dan berat daripada haid yang lebih sering.

- Kanker rahim
Ada dua jenis kanker yang mungkin terjadi pada rahim:

• Kanker endometrium: Tumor berkembang di dalam lapisan rahim (sejauh ini merupakan jenis yang paling umum)

• Sarkoma rahim: Kanker berkembang di dinding rahim (sangat jarang terjadi).

Salah satu jenis kanker tersebut dapat menyebabkan siklus haid yang lebih sering, yang mungkin juga sangat lama dan berat, terutama jika kita berusia di atas 40 tahun.

Kanker ini juga dapat menyebabkan perdarahan di antara siklus haid dan flek atau perdarahan setelah menopause.

Gejala lain dari kanker reproduksi meliputi:

• Nyeri atau kram pada perut bagian bawah atau panggul

• Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

• Keputihan yang tipis, jernih, atau putih setelah menopause

Penanganan kanker rahim tergantung pada jenis yang kita derita dan kondisi kesehatan kita. Beberapa pilihannya meliputi:

• Kemoterapi

• Radiasi

• Terapi hormon

• Imunoterapi

• Pengobatan yang menghentikan sel kanker berkembang biak

• Pembedahan (histerektomi)

Cara menanganinya

Meskipun beberapa penyebab haid yang sering tidak serius dan tidak memerlukan pengobatan, jangan berasumsi demikian jika kita mengalami dua kali haid dalam satu bulan.

• Menghubungi dokter

Hubungi dokter apabila siklus haid menjadi tidak teratur, terutama jika terjadi secara tiba-tiba atau tanpa penyebab yang jelas (seperti pil KB yang terlewat).

Atau beberapa gejala lainnya seperti jarak siklus haid kurang dari 21 hari, mengalami haid yang berlangsung lebih dari tujuh hari dan menyakitkan, serta mengalami pendarahan di antara siklus.

Dengan demikian, kita dapat mengetahui adanya masalah sejak dini dan memulai pengobatan yang diperlukan.

Jika tidak ada masalah, dokter biasanya akan menenangkan pikiran kita dan membantu mencari tahu apa yang perlu kita lakukan untuk mengembalikan siklus haid ke jalur yang benar.

• Melacak siklus haid

Akan sangat membantu jika kita menunjukkan kepada dokter catatan mengenai kapan siklus haid terakhir kita dimulai dan berhenti.

Ketika kita melacak siklus haid, pastikan juga untuk mencatat gejala-gejala seperti rasa sakit, aliran darah yang lebih deras, kelelahan, penambahan berat badan, atau demam.

Informasi ini dapat membantu dokter mempersempit kemungkinan penyebab perubahan siklus haid.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com