Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Deteksi Pembohong Lewat Komunikasi Non-Verbal

Kompas.com - Diperbarui 20/03/2023, 15:15 WIB
Ryan Sara Pratiwi,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

Mendeteksi pembohong

Pernahkah kita merasa ada seseorang yang tidak jujur kepada kita?

Baca juga: Pencuri dan Pembohong Punya Otak Lebih Kecil, Benarkah?

Mungkin kita tidak dapat menjelaskannya dengan kata-kata, tetapi kita memiliki firasat bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Kemungkinan besar, kita secara tidak sadar menyadari perubahan dalam komunikasi nonverbal orang tersebut.

Seorang ahli dalam ekspresi mikro, gerak tubuh, perilaku nonverbal, budaya, dan emosi, David Matsumoto menjelaskan bahwa menjadi ahli dalam mendeteksi kebohongan, kita perlu mengamati orang lain.

Matsumoto mengajarkan, ketika bahasa tubuh dan komunikasi nonverbal kita selaras, kata-kata yang kita ucapkan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi.

Sebaliknya, ketika komunikasi nonverbal kita tidak sesuai dengan kata-kata kita, orang cenderung mengabaikan kata-kata yang diucapkan dan fokus pada bahasa tubuh kita.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa ketika orang berbohong, mereka mengalami emosi negatif karena mereka tahu bahwa mereka berbohong.

Mereka secara otomatis akan merasakan penghinaan, baik terhadap diri mereka sendiri atau terhadap situasi yang memaksa mereka untuk berbohong.

Orang juga berbohong untuk melindungi diri mereka sendiri atau orang lain agar tidak dihukum.

Dalam beberapa kasus, mereka berbohong untuk menghindari situasi yang memalukan atau tidak nyaman atau meningkatkan harga diri di mata orang lain.

Semua alasan berbohong ini memiliki alasan dan tujuan yang jelas. Mereka semua juga didorong oleh emosi.

Emosi manusia tidak mungkin disembunyikan sepenuhnya dan akan ditampilkan secara non-verbal dalam beberapa bentuk (kecuali jika kita berurusan dengan psikopat atau sosiopat).

Ketika kita merasa seseorang tidak jujur, cobalah amati untuk melihat ketidaksesuaian emosional.

Ketidaknyamanan dapat muncul dalam berbagai cara, termasuk kemarahan, penghinaan, rasa jijik, ketakutan, dan kesedihan.

Stres juga dapat mengindikasikan kebohongan dan emosi melepaskan adrenalin karena memberikan lebih banyak energi pada anggota tubuh yang dapat menyebabkan kegelisahan.

Hal ini juga berguna untuk mencari gerakan yang tidak biasa.

Sering kali hal ini akan muncul dalam "kelompok," yang berarti dua atau lebih gerakan non-verbal yang menandakan kesusahan, seperti mengangkat bahu atau kerutan pada alis.

Setelah kita mempelajari cara mengidentifikasi ketidaknyamanan dengan lebih baik, akan lebih mudah untuk melihat sekilas dunia batin seseorang.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com